in

Target Penghimpunan Zakat Kota Mataram Tahun ini Menurun

Ilustrasi Zakat
Ilustrasi Zakat

 

Mataram – Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kota Mataram H Mahsar Malacca menyebutkan target penghimpunan zakat, infak dan sedekah di Kota Mataram pada 2017 menurun dari Rp4,8 miliar lebih menjadi Rp4,5 miliar.

“Penurunan disebabkan karena tidak ada lagi penarikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) bersumber dari guru tingkat SMA/SMK, yang saat ini kewenanganya diambil alih pemerintah provinsi,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (19/6).

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7331″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Mahsar yang ditemui seusai penyerahan santuan kepada 1.333 orang pegawai non-aparatur sipil negara (non-ASN) Kota Mataram mengatakan, dengan hilangnya potensi ZIS dari guru SMA/SMK itu maka diprediksi potensi ZIS tahun ini berkurang sekitar Rp300 juta.

Dengan demikian, target dan realisasi penghimpunan ZIS juga berkurang dari 2016 yang realisasinya mencapai sebesar Rp4,8 miliar lebih.

Sementara untuk 2017, lanjutnya, dari target Rp4,5 miliar, realisasi sampai saat ini baru sebesar Rp1,9 miliar lebih.

“Harapannya, target realisasi bisa tercapai hingga akhir tahun, agar berbagai program yang telah kita canangkan bisa tetap terlaksana,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan program Baznas dihimpun dalam lima program unggulan yakni Mataram peduli, Mataram sejahtera, Mataram cerdas, Mataram sehat, dan Mataram takwa.

Dalam Program Mataram peduli, katanya, diperuntukkan bagi kaum dhuafa berupa bantuan kepada fakir miskin, bedah rumah, santunan lansia dan bantuan bencana alam.

Sedangkan Program Mataram sejahtera adalah pemberian bantuan modal dan bantuan bergulir bagi usaha kecil, Mataram cerdas berupa program beasiswa, Mataram sehat adalah bantuan bagi warga miskin yang memiliki penyakit berat dan membutuhkan penanganan darurat.

“Sementara program Mataram Takwa merupakan bantuan bagi marbot, guru mengaji, mualaf dan lainnya,” sebutnya.

Mahsar menambahkan, khusus untuk santunan Ramadhan 1438 Hijriah, Baznas telah merealisasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar lebih untuk beberapa kegiatan.

Kegiatan tersebut antara lain, penyerahan santunan kepada 1.333 orang pegawai non-ASN, kemudian santunan kepada 6.500 orang fakir miskin, 234 orang marbot, guru ngaji, dan santunan kepada beberapa panti asuhan di Kota Mataram dengan nominal bervariasi. (ant)