in

Waspada… Akun Facebook Palsu Bupati KLU Beredar Minta Pulsa

Percakapan dalam akun palsu Bupati KLU yang minta pulsa (FB)
Percakapan dalam akun palsu Bupati KLU yang minta pulsa (FB)

 

Lombok Utara – Masyarakat Kabupaten Lombok Utara pada Selasa (13/6) dibuat gempar oleh salah satu akun di media sosial Facebook yang mirip dengan Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar. Akun tersebut mencatut nama Bupati dengan modus salah satunya yaitu meminta pulsa.

Sebagaimana diposting dalam screenshot salah seorang pengguna Facebook, Restu Adam. Di mana ia menulis nada imbauan seraya menegaskan bahwa akun Bupati yang beredar itu murni palsu atau hoax.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1958″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

“Penipuan, hati-hati dengan akun palsu yang mengatasnamakan photo, profil, dan nama pak Najjmul Akhyar (Bupati Lombok Utara),” tulisnya.

“Saya sudah dapat konfirmasi langsung dengan pak Bupati KLU, dan tidak pernah menggunakan akun ini. Tidak pernah inbox seperti ini,” imbuhnya.

Pantauan kicknews, akun Facebook mengatasnamakan Bupati Najmul itu bernama Najjmul Akhyar. Dengan menggunakan foto profil yang sama persis sebagaimana akun Facebook resmi orang nomor satu di Lombok Utara ini. Bahkan, ulah salah seorang yang tidak bertanggungjawab tersebut membuat gaduh sejumlah warga.

Pasalnya, setelah ia mendapatkan konfirmasi permintaan teman kemudian langsung memberikan pesan melalui massanger yang berisi minta tolong untuk dibelikan sejumlah pulsa. Nominalnya lumayan, mencapai Rp 100 ribu.Ada sebagian pengguna Facebook yang notabene warga KLU dikirimin pesan serupa.

Sementara itu, Wakapolres Lombok Utara, Kompol Teuku Ardiansyah mengatakan bahwa dirinya menyakini jika itu merupakan akun palsu. Menurutnya, ini termasuk kejahatan siber yang merugikan personal sekaliber kepala daerah.

“Iya karena merugikan pak Bupati KLU dan bisa ditindaklanjuti penangananya oleh Cyber crime,” tegasnya.

Meski demikian, sampai saat ini belum ada klarifikasi langsung oleh Bupati Lombok Utara, maupun dari pihak pemerintah Kabupaten Lombok Utara khususnya bagian Humas selaku juru bicara pemerintah.(iko)