in

Pengamanan Perairan Jerowaru Kendor, Kejadian Perampokan Sadis Meningkat

penangkapan pelaku dan barang bukti tindak pidana yang menggunakan akses laut jerowaru lotim beberapa waktu lalu
penangkapan pelaku dan barang bukti tindak pidana yang menggunakan akses laut jerowaru lotim beberapa waktu lalu

Mataram – Wilayah Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur sejak lama telah dipantau Polisi, terutama dari anggota Polair Polda NTB. Daerah perairan di wilayah itu dicurigai sering dijadikan jalur keluar-masuknya pelaku tindak kriminal dari luar Pulau Lombok.

Kasatrolda Dit Polair Polda NTB AKBP Dewa Wijaya mengatakan sejak beberapa tahun lalu, anggotanya tidak jarang menangkap para pelaku tindak kriminal yang menyeberang ke Pulau Lombok dengan perahu sederhana, untuk melancarkan asinya disekitar wilayah itu. Para pelaku biasanya menyasar ternak warga atau jalur laut ini dijadikan akses mengirim hasil curanmor dan hasil tindak pidana lainnya.

“Bukan satu dua kali kami temukan dan tangkap pelaku yang masuk lewat laut di jerowaru itu. Itu sebabnya dulu kapal patroli dan anggota ada yang ditugaskan untuk pengamanan rutin disana,” ungkap AKBP Dewa Wijaya, Minggu (4/6).

Baca Juga:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”922″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Kendornya pengamanan di wilayah perairan tersebut, diakuinya mulai terjadi sejak adanya kejadian konflik lahan investasi yang terjadi antara Pemerintah Daerah Lotim dengan pihak investor. Kasus itu belakangan menjadikan Polisi Perairan Polda NTB ikut terseret-seret keterlibatannya. Pol Air Polda akhirnya harus ditarik penuh dari wilayah tersebut.

“Kami kan harus mundur penuh saat itu, ya jadi kami laksanakan. Tidak lagi dilakukan patroli rutin di perairan wilayah Jerowaru sejak itu. Maksudnya ya,… tentu lebih untuk menjaga situasi agar tidak muncul persepsi macam-macam lagi,” tutur Dewa.

Kendornya pengamanan wilayah perairan ini, diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kejadian tindak pidana di daerah sekitarnya. Beberapa kejadian perampokan sadis telah terjadi dalam kurun beberapa waktu setelahnya.

“Kami tidak berani memastikan bahwa tidak berpatrolinya anggota Pol Air Polda menjadi penyebab meningkatnya tindak pidana sadis di wilayah Sekaroh, namun patut diduga para pelaku itu bisa saja berasal dari luar Lombok,” ucap Dewa mengemukakan alibinya.

Sulitnya jalur transportasi darat ke daerah itu, ditambah masih jarangnya penduduk yang bermukim, serta jalur laut yang memang terbukti beberapa kali dijadikan akses masuk pelaku tindak kriminal dari luar daerah. Disebut Dewa cukup kuat untuk dijadikan alibi awal bahwa kemungkinan pelaku perampokan sadis juga adalah dari luar Lombok dan masuk menggunakan jalur laut.

Karena itu Dewa mengatakan akan segera melapor pada para pimpinan Polri di NTB, agar wilayah ini kembali mendapat atensi lebih dari kepolisan, khususnya daerah hutan sekaroh dan perairan wilayah pantai pink. Karena menurutnya pesisir pantai itulah jalur yang paling mungkin dijadikan akses masuk dan keluar para pelaku tindak kriminal dari luar Pulau Lombok, mengacu pada kondisi geografisnya.

“Pesisir pantai pink di dalam kawasan hutan Sekaroh itu yang menurut kami paling rawan jadi akses keluar masuknya pelaku tindak pidana. Kondisi geografisnya memungkinkan akses laut tersambung dengan beberapa titik rawan di perairan NTB. Jadi kami menyarankan daerah itu harus diamankan maksimal,” tegasnya. (hl)