in

Hilal Tidak Muncul di Mataram

Pemantauan hilal dilakukan di Pantai Loang Baloq, Mataram. (Foto: Satria)
Pemantauan hilal dilakukan di Pantai Loang Baloq, Mataram. (Foto: Satria)

 

Mataram – BMKG Stasiun Geofisika Mataram bersama Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB dan sejumlah elemen masyarakat melakukan pemantauan hilal sore tadi di Pantai Loang Baloq Ampenan, Mataram, Jumat (26/5).

Pemantauan hilal pada tahun ini mengalami kendala cuaca, akibatnya hilal di Mataram tidak terlihat saat dipantau menggunakan Teropong Azimut. Awan tebal menutupi lokasi pemantauan hilal, sehingga sama sekali tidak terlihat.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7331″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Seorang tim pemantau hilal, Lala Meilia mengatakan hilal tidak terlihat akibat awan tebal yang menutupi wilayah pemantauan.

“Tidak bisa terlihat, bulan sekarang ini posisi tingginya 11 derajat, kita bisa lihat kalau bulan ini sudah diposisi tujuh derajat. Jadi masih ada empat derajat lagi dia harus turun. Tapi faktor cuaca, di sana awannya menutup,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Jaelani M.Pd mengatakan sejak siang tadi telah disiapkan alat untuk memantau hilal, namun menjelang sore hari terjadi perubahan cuaca yang mengakibatkan hilal tidak terlihat.

“Tadi jam 15.00 Wita, kita sudah siap, mataharinya sudah fokus ke titik skriming, tetapi karena ada awan termasuk hujan mengganggu kita untuk mengamati hilal pada sore hari ini,” pungkasnya.

Untuk tindak lanjutnya, laporan kondisi pemantauan hilal akan dikirim ke Kementerian Agama pusat untuk diputuskan dalam sidang Isbat.

“Kalau keputusan akhir kami melaporkan ke Jakarta bahwa di NTB tidak nampak hilal. Nanti sidang Isbat yang akan memutuskan,” ucapnya. (zr)