in

Pol PP Mataram Tangkap lagi Pedagang Tuak Padahal sudah Diberi Kompensasi

Satpol PP Kota Mataram saat melakukan razia miras tradisional (Foto: Satpol PP Kota Mataram)
Satpol PP Kota Mataram saat melakukan razia miras tradisional (Foto: Satpol PP Kota Mataram)

 

Mataram – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Mataram melakukan razia disejumlah tempat yang disinyalir sebagai lokasi penjualan minuman keras tradisional jenis tuak. Razia yang digelar pada Senin (22/5) malam itu mendapati empat pedagang. Satuan Pol PP tidak menyita dagangan mereka melainkan hanya menyita KTP saja namun keempat pedagang ini tetap terancam dipenjara.

“Kami menganjurkan yang bersangkutan untuk musnahkan sendiri, kita melakukan razia di Kecamatan Ampenan, Cakra, hingga Selaparang,” ungkap Kasi Perundang-undangan Satpol PP Kota Mataram, Sutrisno, Selasa (23/5).

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”3638″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Sebagai tindaklanjut dari perbuatan empat pedagang itu, mereka akan mengikuti persidangan dan terancam dipenjara selama enam bulan atau denda sebesar Rp 50 juta. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah.

“Mereka akan menjalani sidang, (Jumat,red) baru diketahui apakah akan dihukum kurungan atau denda yang tertuang dalam Perda,” tegasnya.

Menurutnya, hal ini bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk para pedagang lain yang masih nekat berjualan. Pihaknya menegaskan, razia ini notabene tidak hanya dilakukan karena menyongsong awal Ramadan saja.

“Yang kami tertibkan kemarin sebenarnya sudah diberi teguran beberapa kali. Ini untuk memberikan efek jera karena sudah injury time, kita sebagai penegak Perda akan terus intens melakukan penertiban tidak hanya Ramadan saja,” jelasnya.

Kendati demikian, Sutrisno mengakui jika intensitas pedagang minuman tradisional sejenis tuak dan brem sudah mulai menurun. Pasalnya, belum lama ini mereka diberikan semacam dana untuk beralih profesi.

“Kalau dilihat intensitasnya sudah turun. Kan mereka sudah diberi dana supaya tidak lagi berjualan miras tetapi untuk berdagang yang lain,” katanya.

“Kami berharap pedagang yang lain mematuhi dalam rangka memberikan kenyamanan dan ketertiban bagi masyatakat di Kota Mataram,” pungkasnya.(iko)