BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Amin Tekankan Kearifan Budaya di “Gawe” Majelis Adat Sasak

Wagub NTB, Muh Amin saat membuka acara Sangkep Beleq IV – Majelis Adat Sasak di Sembalun, Lotim

 

Lombok Timur – Sangkep (musyawarah, Bhs Sasak) adalah tradisi masyarakat Suku Sasak di Lombok, umumnya diadakan setiap akan ada hajatan, seperti khitanan atau pernikahan. Tradisi ini kemudian menjadi salah satu program utama Majelis Adat Sasak  (MAS). Sangkep dianggap sangat penting sebagai sarana komunikasi dan konsultasi sosial, budaya, politik dan lingkungan antara rakyat dan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.

Jum’at (19/5)malam, MAS memilih Sembalun, Lombok Timur sebagai Paseban Agung Sangkep Beleq (musyawarah besar) IV. Terpilihnya Sembalun karena berbagai pertimbangan. Seperti dijelaskan Ketua Harian MAS, L Bayu Widia, selain lantaran telah dinobatkan sebagai The Best Halal Honeymoon Destination atau tempat berbulan madu terbaik di samping itu Sembalun juga telah dianggap berhasil menjaga dan merawat adat-istiadat tetap lestari.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”5589″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Pada penyelenggaraaan Sangkep Beleq IV ini, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muh Amin berkesempatan hadir sekaligus membuka acara. Kegiatan yang dilaksanakan reguler setiap tahunnya ini merupakan tradisi untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal guna merekat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Amin berpesan kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat untuk merawat kearifan budaya daerah demi kekuatan dan keutuhan NKRI. Pancasila telah menjadi komitmen bangsa sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan mengamalkan Pancasila, telah terbukti mampu mempersatukan keberagaman budaya yang dimiliki.

“Kita patut bersyukur dengan dasar Pancasila, di mana negara menghormati dan mengedepankan pengamalan ajaran tiap-tiap agama, semuanya dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” ungkap Amin.

Lebih jauh Wagub mengatakan, negara yang berlandaskan pada salah satu agama saja belum tentu dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Seperti yang terjadi di Yaman dan Suriah yang notabene negara agama. Namun apa kenyataannya? bahkan warganya sampai terusir dari negaranya sendiri. Untuk itu, Amin menginmbau, para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat harus terus-menerus membimbing, mengarahkan, dan mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh dengan paham-paham radikal, paham- paham dari luar yang bukan jatidiri bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Pemucuk (sesepuh) MAS, HL Mujitahid mengharapkan, dari sangkep beleq itu lahir suatu terobosan adanya pemberdayaan Masyarakat Adat Sasak berbasis masjid. Untuk itu perlu ada terobosan-terobosan inovatif untuk menjadikan masjid selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat aktifitas ekonomi.

“Artinya, selain kita memakmurkan masjid, kita juga dimakmurkan masjid” tandas mantan Bupati Lombok Barat itu.(*/red)

Pembukaan Sangkep Beleq IV

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Perencanaan Program Pemprov NTB Lemah, Wagub Siap Perbaiki

  kicknews.today – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menggelar Evaluasi Akuntabilitas Kinerja ...