Jadilah yang Pertama Tau

Anggota Dewan NTB yang Nikah Siri Itu Tidak Ditahan

Ilustrasi

 

Mataram – Anggota legislatif yang duduk di kursi DPRD NTB, berinisial JA, bersama SO, beserta istri sirinya, tidak ditahan oleh pihak kejaksaan.

“Karena sudah ada perdamaian dengan istri pertamanya, jadi tidak ditahan,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Mataram Safwan Wahyopie kepada wartawan di Mataram, Kamis (18/5).

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1375″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Meskipun tidak dilakukan penahanan, namun keduanya tetap terancam pidana hukuman tujuh tahun penjara. Hal itu sesuai dengan berkas perkaranya yang menyebutkan bahwa keduanya diduga telah melanggar Pasal 279 Ayat 1 Huruf a dan b KUHP.

Pasal 279 KUHP dalam aturannya membahas tentang pelarangan untuk menikah kedua kalinya tanpa sepengetahuan istri pertama dan tidak melalui proses hukum yang sah.

Jeratan hukuman kepada Wakil Ketua Fraksi Bintang Restorasi dari Partai Bulan Bintang ini diterapkan setelah sebelumnya istri pertama JA, Halimatussadiah, datang melaporkannya ke Polda NTB. Laporan itu, masuk bersamaan dengan melaporkan istri siri JA.

Karena persoalan ini masuk dalam ranah delik aduan, Polda NTB melalui Ditreskrimum kemudian menindaklanjutinya hingga menetapkan JA dan SO sebagai tersangka.

Setelah menjalani berbagai proses hukum, penyidik kepolisian kemudian melimpahkan JA dan SO yang telah ditetapkan sebagai tersangka beserta barang buktinya ke tangan jaksa penuntut umum (JPU).

Pelimpahan itu pun dilaksanakan penyidik kepolisian setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap dan memenuhi unsur sangkaan pasalnya, yakni Pasal 279 Ayat 1 Huruf a dan b KUHP.

Saat disinggung apakah persoalan ini dapat berujung damai dengan menempuh proses mediasi di pengadilan, Safwan mengatakan hal itu kembali kepada kesepakatan kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor di hadapan majelis hakim.

“Kita lihat saja nanti setelah dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat