BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Sumbang Lahan untuk Jalan, kok Mesti Berakhir di Polisi?

Sumbang lahan
Lahan Hj Bandi Damhuji yang disebut dirusak pelaksana kegiatan pembuatan gang di Desa Matua, Dompu

 

Mataram – Dikasih hati minta jantung, mungkin inilah pepatah yang tepat menggambarkan perasaan salah satu keluarga di Kabupaten Dompu, setelah niat mereka menghibahkan tanah untuk kepentingan jalan umum tak berjalan sesuai rencana.

Kuasa hukum keluarga Hj Bandi Damhuji, Imam Sofian SH menceritakan awal kekecewaan keluarga kliennya, adalah saat lahan milik Hj Bandi Damhuji yang berlokasi di Desa Matua, disebut dirusak oleh pelaksana pembangunan jalan yang diberi surat perintah kerja oleh Dinas PU Kabupaten Dompu.

BACA JUGA:

“Awalnya keluarga ikhlas menghibahkan tanah tersebut untuk pembuatan gang desa. Panjang gang itu diperkirakan 200 meter dan melintas di atas tanah Hj Bandi sepanjang 100 meter,” ujar Imam, Kamis (18/5).

“Sesuai permintaan desa keluarga memberikan 1,5 meter untuk keperluan itu. Tapi dengan catatan sebelum dikerjakan harus dibuatkan akta hibah dulu,” lanjutnya.

Namun belakangan proses pembuatan jalan berjalan sebelum permintaan keluarga Hj Bandi terpenuhi. Meski akta hibah belum ada, Dinas PU Kabupaten Dompu telah mengeluarkan perintah kerja untuk CV Just Alvin. Lebih parahnya lagi, pihak pelaksana mengambil tanah Hj Bandi hingga 2,5 meter.

“Ini kan sudah di luar kesepakatan, dan yang membuat keluarga marah pekerja merusak pagar dan tanaman di dalam tanah tersebut.” tegas Imam.

Akibatnya pihak keluarga telah melaporkan pihak pelaksana dan juga akan melaporkan Kepala Dinas PU Dompu kepada aparat kepolisian.

“Mereka secara bersama-sama telah melakukan pengerusakan tanah milik Hj Bandi Damhuji,” kata Imam Sofian.

Laporan itu telah disampaikan ke Polres Dompu 7 Mei 2017 oleh Sukri, anak Hj Bandi didampingi Ketua Fortani Ir Muttakun. Laporan terhadap Kadis PU akan dilanjutkan jika Ia selaku penanggungjawab tidak segera menyelesaikan permasalahan ini.

Imam mendesak Kadis PU untuk segera turun ke lapangan melihat langsung pekerjaan itu. Minimal sebagai bentuk apresiasi dari itikad ikhlas warga.

Imam juga mendesak pihak kepolisian untuk sementara menghentikan pekerjaan tersebut, guna menjaga kondusifitas kamtibmas.(hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Diduga Dendam Lama, Enam Pelajar Ini Tega Bacok Temannya Sendiri

  Dompu – Remaja usia sekolah, harusnya belajar dengan giat. Tetapi perilaku enam bocah di ...