in

Mega Proyek Global Hub, Kata Wagub NTB Bukan Lagi Mimpi

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin dan Ilustrasi Proyek Global Hub (Foto: skycrapter)
Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin dan Ilustrasi Proyek Global Hub (Foto: skycrapter)

 

Mataram – Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin menyampaikan, rencana pembangunan Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara menuai titik terang, pasca ditetapkannya PP 13 tahun 2017 tentang Revisi RTRWN yang di dalamnya antara lain memuat keberadaan mega proyek itu. Proyek ini pun bukan lagi sebatas mimpi.

“Kita juga sempat gelar Focus Group Discussion (FGD) dihadiri perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian PUPR, Wakil Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan dan lain-lain,” ungkapnya, Jumat (12/5).

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”6060″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Dia mengatakan, selain dengan kementerian, ada Dr Kurtubi, staf ahli yang mewakili Fahri Hamzah dan Prof H Farouk Muhammad.  Menariknya, hadir pula Kepala Perwakilan Organization for  Economic Co-operation and Development (OECD) untuk Indonesia/ASEAN, Massimo Geloso Grosso PhD dan para Expert yang nantinya akan mengawal Global Hub.

“Intinya sudah ada titik terang, tinggal menyiapkan apa yang dirasa masih kurang,”katanya.

Sementara itu, Dr Son Diamar yang ditugaskan khusus mengawal dan menginisiasi Global Hub menyampaikan, progress dan langkah-langkah strategis yang perlu segera dilakukan bersama untuk percepatan Global Hub, termasuk hasil kerja tim inisiator yang bermuara pada keluarnya PP 13 tahun 2017 yang di dalamnya memuat Global Hub sebagai Kawasan Andalan Nasional dan meminta semua tim dan para pihak termotivasi.

“Jangan mengalah, titik terang sudah di depan mata, tinggal terus berjuang,” ujarnya.

Tak mau ketinggalan, anggota DPR RI dapil NTB Dr Kurtubi berjanji akan perjuangkan Global Hub terintegrasi dengan kilang minyak yang tidak harus dibangun di Bontang, bila minyak mentah tersebut adalah import bukan hasil kilang setempat.

Untuk efisiensi distribusi BBM kawasan Indonesia Timur dan untuk kepentingan Pertahanan Nasional, pembangunan kilang minyak di Global Hub Kayangan sangat tepat. Selain itu, untuk pengolahan hasil produksi PT AMNT bahkan hasil produksi PT FREEPORT Smelter harus segera dibangun di Pulau Sumbawa.

Demikian yang disampaikan Prof H Farouk Muhammad. Dia menceritakan, sudah enam kali pertemuan dengan para menteri membahas Global Hub ini. Selaku senator dari NTB, tentu akan terus berjuang untuk realisasi Global Hub dan proyek strategis seperti kawasan SAMOTA dan lain-lain. “Ayo kita terus bermimpi tentang kemajuan daerah, bangun, wujudkan mimpi itu,” ucapnya.

Di satu sisi, Kepala BPIW Kementerian PUPR, Ridho menguraikan rencana dukungan pembangunan  infrastruktur untuk terwujudnya Global Hub dan melihat lokasi pembangunan juga meninjau Pelabuhan Carik.

“Pengakuan dari Massimo Geloso Grosso dari OECD menyambut baik progress Global Hub dan akan melaporkan perkembangan ini pada pertemuan OECD di Kantor Pusat OECD di Paris,” terangnya.

Dia menambahkan, pertemuan yang akan diikuti 35 negara anggota OECD itu, tentu peluang emas untuk mempromosikan Global Hub sehingga para investor dari 35 negara anggota OECD berlomba-lomba datang menanamkan modalnya di Global Hub Bandar Kayangan Lombok Utara yang awalnya dianggap sebagai mimpi di awang-awang.(prm)