BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Ekonomi NTB Anjlok, Sektor Pertambangan jadi “Biang Kerok”

Ilustrasi sektor pertambangan NTB

 

Mataram – Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat merilis laju pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan I/2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya anjlok atau mengalami kontraksi sebesar minus 4,18 persen akibat penurunan kinerja sektor pertambangan.

“Penurunan kinerja ekonomi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian akibat dari penurunan produksi konsentrat,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) Isa Ansyori di Mataram, Jumat (5/5).

Baca Juga :

Menurut dia, kegiatan ekonomi pada lapangan usaha kategori pertambangan dan penggalian merupakan satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada triwulan I/2017 (yoy).

Lapangan usaha kategori pertambangan dan penggalian merupakan satu-satunya lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan negatif sebesar minus 28,28 persen.

Isa mengatakan, sementara lapangan usaha yang menjadi pendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi dengan tumbuh positif, antara lain lapangan usaha jasa keuangan sebesar 11,34 persen. Di susul lapangan usaha informasi dan komunikasi 8,91 persen.

Lapangan usaha lain di luar pertambangan dan galian yang juga tumbuh positif adalah sektor jasa perusahaan sebesar 6,35 persen.

“Kalau kita melihat dari tahun ke tahun, pertumbuhan ekonomi NTB memang relatif stabil jika mengeluarkan sektor pertambangan dan galian. Namun lapangan usaha pertambangan dan galian memang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi NTB,” ujarnya.

“Secara umum, aktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor musim, di mana pada triwulan I/2017 mulai memasuki musim panen padi dan palawija,” ujarnya.

Untuk kondisi pertumbuhan ekonomi NTB triwulan I/2017 dibandingkan triwulan IV/2016 (q to q), Isa menyebutkan juga mengalami kontraksi sebesar 6,26 persen.

Hal itu juga didorong oleh penurunan kegiatan ekonomi yang terjadi di lapangan usaha pertambangan dan penggalian, khususnya subkategori pertambangan bijih logam.

Selain itu, penurunan kegiatan ekonomi juga juga terjadi pada beberapa lapangan usaha yang ditunjukkan dengan pertumbuhan bernilai negatif, antara lain pada industri pengolahan sebesar minus 22,63 persen.

Lapangan usaha kategori penyediaan akomodasi dan makan-minum juga bernilai negatif sebesar minus 9,58 persen, transportasi dan pergudangan minus 7,10 persen, serta administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib minus 4,86 persen.

Lebih lanjut, kata Isa, hanya lapangan usaha kategori pertanian, kehutanan dan perikanan yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 14,42 persen.

“Makanya kategori itu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I/2017, yaitu sebesar 3,39 poin,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Ketika BPS Rilis Kenaikan Angka Kemiskinan, Malah Disalahkan Pemprov

  Mataram – Klaim Pemprov Nusa tenggara Barat (NTB) dalam menyebut angka kemiskinan yang selalu ...