in

Siapa Sebenarnya Achintya Holte, Miss Indonesia 2017 yang Disebut Wakili NTB?

Achintya Holte Nilsen, Miss Indonesia 2017
Achintya Holte Nilsen, Miss Indonesia 2017

 

Mataram – Nama Achintya Holte Nilsen mendadak menjadi buah bibir masyarakat NTB. Betapa tidak, ia belum lama ini dinobatkan menjadi pemenang dalam Miss Indonesia 2017 di Jakarta, dan berhak mewakili Indonesia dalam kancah Miss World 2017 di Tiongkok berikutnya.

Hanya saja belakangan diketahui, masyarakat tidak menganal dara cantik itu. Begitupula pihak Pemprov NTB pun menampik jika ia adalah wanita yang diutus guna mengikuti ajang tahunan tersebut. Lalu, siapakah Achintya Holte?

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7517″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Achintya Holte Nilsen lahir di Denpasar, 1 Januari 1999 putri dari pasangan Terje Holte Nilsen asal Norwegia dan Ni Nyoman Parvati ini sekarang berusia 18 tahun. Dia memiliki dua orang adik bernama Gayatri Holte Nilsen dan Ananda Holte Nilsen.

Tumbuh besar di Bali, dia mengenyam pendidikan di Bali International Green School dan mulai menggeluti dunia modeling sejak menjadi finalis Gadis sampul tahun 2013.

Siapa sangka perempuan berwajah blasteran itu juga memiliki beragam prestasi di dunia olahraga. Diantaranya, seperti Regional Finals Tennis 2009-2011, BSSA Soccer 15 + Girls 1st Place 2015, BSSA Volleyball 15+ Girls 1st Place 2014 & 2016. Prestasi lain yang dimiliki Achintya Nilsen seperti menjadi Delegate of Colombia BaliMUN III tahun 2013, Delegate of Ukraine BaliMUN IV tahun 2014, dan Delegate of Indonesia TAIMUN XIII tahun 2015.

Tya, begitu sapaan akrabnya juga mahir memainkan alat musik Marimba, ia juga aktif di berbagai kegiatan sosial. Tercatat, ia pernah menjadi sukarelawan pada acara-acara sosial kemanusiaan, kepedulian lingkungan dan pariwisata.

Dalam ajang Miss Indonesia 2017, ia berhasil memukau para dewan juri dengan mencuatkan isu tentang kemiskinan.

“Jika saya terpilih menjadi Miss Indonesia 2017, my hope is to start working my beauty with a purpose project yaitu untuk mengentaskan kemiskinan sehingga kesetaraan atau equality bisa terwujud dan itu bisa kita tunjukkan ke mata dunia,” ungkapnya kepada Dewan Juri kala itu.

Terkait simpang siur tentang Tya yang mewakili daerah NTB, Head of Marketing Communication Departement (pihak penyelenggara) Wahyu Ramadhan menjelaskan, audisi memang dilakukan disejumlah Kota di Indonesia. Hanya saja, tidak semua daerah mengikuti atau mengirim.

“Pertama, kita adakan audisi di kota-kota besar dan special hunt di beberapa kota di Indonesia. Kebanyakan para perwakilan dari provinsi itu datang dan mendaftar di kota besar,” jelasnya.

Kemudian panitia menugaskan para kandidat lain untuk mengisi kekosongan pada provinsi yang belum ada wakilnya. Dengan catatan, kendidat tersebut memahami dengan baik budaya dan kondisi daerah yang diwakilinya.

“Kalau tidak ada wakil dari daerah tersebut, kita cari lewat beberapa relasi. Kalau tetap tidak ada, maka kita hubungi calon kandidiat dari daerah lain apakah mereka bersedia mewakili daerah itu. Meskipun mereka bukan orang asli sana, tidak apa-apa karena kami yang langsung memberikan penugasan,” kata dia.

“Ini terjadi pada Achintya Nilsen dan beberapa finalis Miss Indonesia lain tahun sebelumnya. Karena yang kita cari bukan Miss Provinsi tetapi Miss Indonesia,” imbuhnya. (iko)