Jadilah yang Pertama Tau

Menelusuri Jejak Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Unram Asal Bima

Kiri: Wiwik Suhartini (26), Korban, Kanan: Kapolres Mataram, AKBP Muhamad SIK

 

Mataram – Mahasiswi S2 Fakultas Mipa, Wiwik Suhartini (26) masih menjalani perawatan intensif pasca mengalami perampokan dan penganiayaan di Perumahan Elit Kota Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Selasa (18/4) lalu. Luka yang cukup serius di sekujur tubuhnya, mengharuskannya menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Kota Mataram.

Wanita asal Kecamatan Asakota, Kota Bima ini mengalami nasib tragis setelah memergok seorang perampok bercadar yang memasuki kos miliknya.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”623″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Meskipun dengan belas kasih meminta agar perampok tidak melukainya, namun secara brutal perampok tersebut memasukan pecahan beling pada mulutnya. Pergelangan tangan korban-pun disayat pelaku. Tidak puas dengan penganiayaan itu, pelaku membenturkan kepala Wiwik pada watafel dapur, menyebabkan darah berceceran. Korban yang tidak berdaya akhirnya jatuh pingsan.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK mengatensikan pengungkapan pelaku di balik aksi brutal yang menganiaya korbannya. Bergerak cepat, Polres Mataram meminta bantuan Inafis Polda NTB untuk mencari bukti-bukti baru di lokasi kejadian.

“Kita sudah meminta bantuan Inafis Polda NTB untuk menemukan bukti-bukti yang mengarah pada aksi perampokan tersebut,” ujarnya ditemui di Masjid Agung Al- Muttaqin, Cakranegara, Jumat (21/4).

Bantuan Inafis diminta, karena Tim Inafis memiliki peralatan canggih dan teknik akurat dalam menggali suatu peristiwa dengan menemukan bukti di lokasi kejadian.

“Teknik identifikasi ada di Polda, sehingga minta bantuan Inafis. Mudah-mudahan bisa mencari bukti yang tertinggal di TKP. Tim Inafis di Polda NTB lengkap, bisa mencari benda-benda yang dicurigai,” paparnya.

Sementara Wiwik belum bisa memberikan keterangan banyak pada penyidik, karena kondisi yang belum pulih pasca kekerasan yang dialaminya.

“Kemarin korban masih di rumah sakit sehingga belum dapat memberi keterangan banyak pada kita. Kita masih menunggu kesembuhan korban supaya bisa kita gali lebih dalam lagi keterangan yang bersangkutan,” jelasnya.

Kecurigaan kasus tersebut bermotif lain, dapat dilihat ketika korban meminta pada pelaku untuk mengambil barangnya asalkan tidak melukai korban. Namun justru pelaku melukai korban dengan brutal.

Pelaku juga hanya mengambil satu unit telepon pintar merek Samsung Galaxy J milik korban. Padahal di lokasi kejadian banyak juga barang berharga milik korban, namun tidak dibawa pelaku. Muncul dugaan jika HP yang diambil pelaku hanyalah modus agar kasus tersebut terkesan perampokan.

Entah apapun motif pelaku melakukan aksinya, namun kejahatan dengan brutal tersebut sangat tidak dapat ditolerir lagi.

Kini masyarakat menaruh harapan pada kepolisian untuk menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik aksi berdarah tersebut. (zr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat