BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Gerakan Pribumi Berdaulat Resmi Laporkan Pelaku Penghinaan TGB ke Polda NTB

Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat laporkan Steven ke Polda NTB (Foto: Ist)

 

Mataram – Sebanyak enam dari 12 pengacara mengatasnamakan diri Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat mendatangi Ditreskrimum Polda NTB, Kamis (20/4). Kedatangan mereka sebagai tim kuasa hukum 10 warga Lombok untuk melaporkan kasus penghinaan yang dilakukan Steven Hadisurya Sulistyo (26).

Laporan tersebut buntut dari ucapan rasis yang dilontarkan Steven pada Gubernur NTB, TGH M. Zainul Majdi dan masyarakat pribumi pada 9 April lalu.

Baca Juga :

Steven melontarkan kata-kata rasis pada Tuan Guru Bajang (TGB) saat berada di Bandara Changi Singapura. Pernyataan Steven tidak hanya menyerang pribadi TGB, namun juga menghina rakyat Indonesia dengan sebutan bernada rasis yang tidak patut diucapkan. Sehingga rombongan pengacara yang beralamat kantor di Van Bakrie Law Office, Ampenan melaporkan kasus tersebut.

“Dari ucapan Steven, disimpulkan bahwa terlapor (Steven) melanggar pasal 156 KUHP yaitu barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia,” ujar anggota tim pengacara, Oke Wiradarma SH Terkait locus atau tempat penghinaan tersebut terjadi.

Oke berpendapat bahwa kasus tersebut dapat dilaporkan di Indonesia, atau di NTB khususnya. Hal tersebut berdasarkan teori perbuatan materil dan teori akibat yang ada dalam hukum pidana.

“Terlapor menyatakan perasaan permusuhan pada rakyat Indonesia, sehingga jelas materi delik ini adalah penistaan golongan penduduk Indonesia, bukan terhadap penduduk Singapura di mana perbuatannya dilakukan. Oleh karena itu substansi dalam kasus ini tidak ada hubungannya dengan locus delicti (tempat tindak pidana) di Singapura,” paparnya.

Oke juga menambahkan dalam azas nasionalitas aktif atau azas personalitas yang termuat dalam pasal 5 ayat (1) ke-2 KUHP, mengandung arti bahwa hukum pidana di Indonesia akan selalu mengikuti warga negara Indonesia di mana-pun dia berada.

Sementara pada laporan tersebut, tim pengacara menyerahkan sedikitnya lima alat bukti. Alat bukti tersebut meliputi pengumuman permohonan maaf Steven di Koran Tempo edisi 13 April, surat pernyataan permohonan maaf Steven pada TGB, pengumuman permohanan maaf Steven di Harian Kompas, print out percakapan Whatsapp anatara TGB dan seseorang yang menceritakan kronologis kejadian dan testimoni TGH Hasanain Juaini di media sosial yang menguraikan kejadian berdasarkan proses klarifikasi pada TGB.

“Itu semua kita limpahkan untuk menjadi bukti bahwa terlapor memang benar melakukan suatu tindak pidana. Kami berharap polisi segera memproses hukum terlapor seadil-adilnya,” pungkasnya.

12 anggota tim pengacara tersebut masing-masing adalah DR. H. Mahsan SH. MH, Abdul Hadi Muchlis SH MH, Lalu Saepudin SH MH, Lalu Martayadi SH MH, Djuliansyah Ramadhan SH, Wahidjan SH, Sukirsa Wire Hadi SH, Hendro Purbo SH, Muhammad Haerudin SH, Oke Wiradarma SH, Surya Bakti SH dan Husnan Wadi SH MH.

Laporan tersebut secara resmi diterima penyidik Ditreskrimum Polda NTB, dan akan diproses hukum dengan seadil-adilnya. (zr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Kasusnya Naik Penyidikan, Polisi Segera Jemput Penghina Gubernur NTB ke Singapura

  Mataram – Kasus penghinaan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, sekaligus kasus penghinaan masyarakat ...