BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pemda KLU Tunda Tertibkan Pelabuhan Tikus, Polair Polda NTB Tetap Garang

Anggota Polair Polda NTB saat operasional di lapangan

 

Mataram – Meski program penertiban jalur tak resmi (jalur tikus) menuju tiga Gili di Lombok Utara urung dilaksanakan mulai hari ini, Kamis (20/4) seperti jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, penertiban terhadap operasional transportasi air di wilayah tersebut tetap dilaksanakan jajaran Kepolisian Perairan Polda NTB.

Dir Polair Polda NTB, Kombes Pol Edwin Rachmad Adikusumo melalui Kasatrolda Dit Polair Polda NTB, AKBP Dewa Wijaya menegaskan bahwa aturan yang dibuat dipastikan bertujuan untuk kebaikan pengguna dan penyedia jasa transportasi, maka penegakan terhadap aturan itu tetap menjadi prioritas bagi Polair Polda NTB.

“Saya sebenarnya sangat setuju jika aturan yang dibuat terkait kerapian dan keteraturan transportasi perairan ini ditegakkan, karena tentunya ini tak lain ditujukan untuk kenyamanan dan keselamatan pengguna maupun penyedia jasa transportasi air,” jelas Dewa kepada kicknews yang dikonfirmasi terkait penundaan penertiban pelabuhan tak resmi di KLU, Kamis (20/4).

BACA JUGA:

Dia menegaskan bahwa jajarannya akan tetap melaksanakan peneriban terhadap transportasi perairan sesuai dengan keharusan yang tertuang dalam undang-undang yang berlaku.

“Kelengkapan syarat berlayar itu kan memang wajib dipenuhi. Ini tetap menjadi ranah kami untuk menertibkannya. Bukan hanya untuk fastboat, tapi semua jenis alat transportasi yang berkaitan dengan perairan,” jelasnya.

Menurutnya ketidaktaatan terhadap aturan keselamatan transportasi perairan ini, selain memiliki resiko untuk pengguna dan penyedia jasa transportasi air, juga akan berdampak pada munculnya persepsi kurang baik terhadap profesionalisme pelaku penyedia jasa transportasi ini di mata penggunanya.

“Kami ingin tiga Gili tampak sesuai dengan labelnya sebagai destinasi wisata dunia, jadi bukan hanya saat di sana (di dalam area tiga Gili, red) saja profesionalisme itu terasa. Namun sejak sebelum sampai, artinya pelayanan transportasinya juga harus profesional,” ungkap pria yang cukup memiliki pengalaman memantau pola pengelolaan wisata di berbagai daerah di Indoensia itu.

“Ini tak lebih kami maksudkan untuk mendukung pemerintah setempat dalam upaya memajukan pariwisata. Karena kami memahami benar potensi pariwisata yang ada di sini bisa memajukan kehidupan perekonomian masyarakat banyak,” jelasnya.(hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Dilaporkan Hilang, Nelayan Lombok Barat Ditemukan Tewas di Tengah Laut

  Mataram – Sabtu (17/6) sekitar pukul 08.40 Wita Anggota Polair Polda NTB bersama tim ...