Jadilah yang Pertama Tau

MTQ di Ampenan, Etalase Toleransi Antar Etnis dan Budaya

Toleransi antar etnis dan budaya
Suasan MTQ ke XXVII tingkat kecamatan di Ampenan

Mataram – Pelaksanaan MTQ ke XXVII tingkat kecamatan di Ampenan tak hanya berlangsung sukses hingga penutupan, namun juga menjadi etalase toleransi antar etnis dan budaya. Sepanjang jalannya acara yang selalu ramai didatangi warga yang ingin menyaksikan para peserta yang bertanding, keindahan sejumlah mata lomba yang dikompetisikan juga semakin lengkap oleh penrnak pernik ornamen Islami yang menghiasi areal lokasi acara.

Namun ada yang membuatnya menjadi lebih menarik lagi. Ditengah meriahnya pernak pernik bernuansa Islami itu, tampak sejumlah lampion berwarna merah terang khas budaya tionghoa ikut memeriahkan suasana lokasi acara.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7480,5568,5430″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Camat Ampenan Zarkasyi menyebutkan adanya tambahan ornamen lampion merah di acara itu, menjadi salah satu bukti kuatnya toleransi antar budaya dan etnis yang telah lama memang hidup membaur di wilayah Ampenan ini.

“Hampir semua etnis di Indonesia ada di sini. Mereka sudah lama dan biasa hidup membaur di Ampenan ini. Meski mereka memiliki adat budaya yang berbeda, namun tidak lantas membuat itu memicu timbulnya masalah, malah jadi memperkaya keberagaman kita dalam bermasyarakat,” ungkap Zarkasyi pada kicknews, Kamis (20/4).

Keberadaan ornamen budaya tionghoa ditengah semaraknya lomba MTQ di Ampenan, disebut Zarkasyi bisa menjadi etalase dan salah satu bukti bahwa kebersamaan dalam perbedaan itu bukan suatu hal yang mustahil untuk dijalani.

“Kita kan temanya ukhuwah islamiyah n ukhuwah wathoniyah. Jadi intinya ini moment kebersamaan dan ajang mempererat silaturrahim tidak saja dari antar warga muslim, tapi dengan yang non muslim juga,” pungkasnya. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat