BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Divonis Delapan Tahun Penjara, Gatot Brajamusti : Hukuman Pengedar kok lebih Ringan?

Gatot Brajamusti saat mendengar putusan hakim di Pengadilan Negeri Mataram (Foto: Riko)

 

Mataram – Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gatot Brajamusti divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara. Vonis dibacakan majelis hakim yang diketuai H. Yapi SH MH di Pengadilan Negeri Mataram, siang tadi, Kamis (20/4).

Putusan hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntutnya 13 tahun penjara. Gatot terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 112 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”5788″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp 1 miliar, apabila denda tidak dibayar dijatuhi pidana selama tiga bulan,” ujar Yapi SH MH membacakan putusan hakim.

Gatot dituntut dakwaan subsider dengan tiga pasal. Dia disangka melanggar pasal primair 114 ayat (2), subsidair pasal 112 ayat (2) dan lebih subsidair pasal 127 ayat (1) hurur a. Karena terbukti melanggar pasal 112 ayat (2), maka majelis hakim menggugurkan tuntutan pada pasal 114 ayat (2) dan pasal 127 ayat (1) huruf a.

Gatot terbukti menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram.

Tampak wajahnya lesu mendengar putusan hakim tersebut. Gatot kemudian bermusyawarah dengan kuasa hukumnya dan menyatakan akan mempertimbangkan putusan hakim untuk upaya hukum selanjutnya.

“Saya pikir-pikir dulu yang mulia,” ujar Gatot.

Dia diberi waktu selama satu minggu untuk mempertimbakan akan menerima putusan hakim atau mengajukan banding.

Meskipun putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa, Gatot menilai putusan tersebut terlalu berat untuknya, dia membandingkan putusan rekan satu sel dengannya yang menjadi pengedar narkoba yang jauh lebih rendah darinya. Sedangkan dia yang dinyatakan bukan pengedar narkoba, namun hukumannya dirasa berat.

“Putusannya ya jauh. Saya satu kamar dengan pengguna narkoba, penjual dan sebagainya itu, putusannya lebih rendah. Saya justru sangat berat, tidak adil,” sesalnya.

Senada dengannya, kuasa hukumnya, Irfan Suryadiata mengatakan meskipun lebih rendah dari tuntutan jaksa, vonis Gatot terlampau berat.

“Jelas ada pengurangan (hukuman), tapi dari sisi aspek penyesuaian dengan tindak pidana yang dilakukan kita memandang ini masih sangat berat. Dari fakta persidangan, dari barang bukti angka delapan tahun sangat berat,” paparnya. (zr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Gatot Brajamusti di Pusaran Kekuasaan PARFI, Berujung Jeruji Besi

Putusan hakim delapan tahun penjara bagi Gatot Brajamusti bagai disambar geledek siang bolong. Dia membayangkan ...