BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

‘Digedor’ Pengusaha Boat Teluk Nara, Pemda KLU Tunda Penertiban Pelabuhan Tikus

Hearing pengusaha boat Teluk Nara di Kantor Bupati KLU (Foto: Riko)

 

Lombok Utara – Rencana penertiban pelabuhan melalui jalur ilegal (tikus) menuju tiga Gili oleh Pemda Lombok Utara terpaksa ditunda. Padahal rencana itu sudah dijadwalkan bakal dilaksanakan pagi ini, Kamis (20/4).

Keputusan ini dibuat setelah Asosiasi Pengusaha Boat dan perwakilan Boatmen Teluk Nara menggelar hearing ke kantor Bupati, Rabu (19/4).

Pantaun kicknews, sekitar pukul 10.10 Wita, mereka datang didampingi oleh Lembaga Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Lombok Utara. Setelah diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Lombok Utara, Syamsul Rizal, Asisten I Sekretariat Daerah, Nanang Matalata, dan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Baiq Prita Setiati, pengusaha boat lantas menyampaikan aspirasinya.

“Kami meng-iyakan rencana penertiban dan kami siap diatur. Tapi fasilitas di Teluk Nara juga harus diperhatikan. Dengan jumlah speedboat yang mencapai 45 unit, dermaga Teluk Nara masih belum bisa menampung seluruhnya. Kita minta supaya rencana ini dipertimbangkan lagi,” ujar perwakilan Pengusaha Boat, Mahbuh M. Efendi.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”6292″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

“Jika perlu pemerintah bersama asosiasi turun langsung melihat kondisi di dermaga apakah mampu menampung seluruh speedboat atau tidak,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Lombok Utara, Syamsul Rizal menjelaskan pihaknya akan segera melakukan musyawarah guna mengevaluasi sarana dan prasarana pelabuhan Teluk Nara sebagaimana maksud pengusaha.

“Nanti akan musyawarah lagi kaitannya tentang pola kita siapkan sarana dulu seperti loket, boatmen, travel agent dan kerjasama SOP-nya,” jelasnya.

Namun demikian, bukan berarti rencana penertiban urung dilaksanakan. Sebab dari awal Teluk Nara sudah diproyeksi sebagai jalur resmi satu pintu menuju pulau yang menyumbang Pendapatan ke daerah paling besar itu.

“Ini kita tunda hingga waktu yang belum ditentukan. Sekarang kita benahi dulu misalnya untuk dermaga, sudah direncanakan menambah panjang dan lebar dermaga apung menjadi 50 meter agar bisa menampung seluruh kapal. Selain fasilitas kita juga akan benahi SDM yang akan ditempatkan di sana,” tuturnya.

“Kita maklumi juga para boatmen dan pengusaha ini maka dari itu kita akan duduk bersama mencari solusinya nanti,” pungkasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Pelamar PPK dan PPS di KLU Masih Minim

  kicknews.today – Sejak dibuka 15 Oktober kemarin, pendaftaran Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dan Panitia ...