BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Menyelami “Spirit Kejiwaan dan Rohani” dalam Lukisan I Nengah Kisid

Pengunjung saat meliat sejumlah lukisan (Foto:Riko)

 

Mataram – “Saya sejak tahun 1981 telah menggeluti dunia seni, khususnya seni melukis. Banyak karya yang sudah saya hasilkan,” begitu kalimat pembuka I Nengah Kisid, salah seorang pelukis di Lombok, saat diwawancara kicknews dalam acara open house pameran lukisan di Gallerinya, Jalan Arya Bajar Getas Nomor 106 Ampenan, Minggu (16/4).

Pria paruh baya ini sengaja menggelar open house pameran lukisan, selain untuk berkumpul dengan kolega, dia juga membuka kesempatan terhadap para tamu undangan yang ingin menikmati buah karya masterpiece-nya itu.

Baca Juga:

  • Posts not found

Mengambil tema “Spirit Perpaduan antara Kejiwaan Yang Tulus dengan Nilai Rohani”, sekitar 30 lukisan berbagai macam motif serta rupa dipampang dari depan hingga belakangan galleri-nya.

Tamu undangan nampak antusias melihat satu persatu lukisan, bahkan tak jarang yang mencermati tiap detail lekuk hasil ukiran kanvasnya. Mereka yang diundang menyaksikan pameran itu terbatas.

“Saya hanya mengundang 20 tamu undangan,” sebutnya.

Untuk lukisan sendiri beragam ukuran, ada yang paling kecil skitar 30×30 cm sampai paling besar yaitu 130×180 cm. Pagi itu, lukisan dengan berbagai judul tersaji. Mulai dari “hidup ditengah srigala”, “bunyi sangkakala”, “awal dan akhir hidup”, sampai lukisan yang berjudul “mencari yang tersesat” dipamerkannya.

pengunjung mengabadikan salah satu lukisan (Foto: Riko)

“Kebetulan kemarin sudah laku 2 lukisan, memang sengaja untuk dijual,” ucapnya.

Pria kelahiran Bali 21 April 1957 ini selain berprofesi sebagai pelukis, juga merupakan guru di salah satu SMA ternama di Kota Mataram.

Dia kerap menggelar pameran lukisan antar kelompok maupun pribadi, karya-karyanya pun sering di bawa ke luar negeri untuk sekadar mengikuti lelang.

“Ada namanya kelompok pelukis se-Asean di sana saya ikut bergabung, lukisan saya kerap dibawa ke luar negeri. Misalnya Kanada, Malaysia, sampai Singapura,” kata dia.

Menurutnya, melukis merupakan sebuah hobi yang rumit, dibutuhkan konsentrasi luar biasa guna menentukan sebuah pola. Ketika pola sudah didapat, maka dengan sendiri tangan-tangan menekan kuas dan berjalan membentuk gambar dengan sendirinya.

“Selama saya melukis yang paling sulit itu mencari ide, tetapi kalau konsep sudah ada pasti dengan sendirinya akan jalan,” ungkapnya.

Lukisan I Nengah Kisid saat dipampang di gallerynya (Foto: Riko)

Dia berharap pameran ini dapat meningkatkan gairah anak-anak dalam melukis. Sebab dia menyadari bahwa minat melukis pada pemuda pemudi masih sangat minim.

“Tahun lalu kita juga gelar. Saya melihat masih sangat sedikit minat yang ada pada anak. Saran saya, sedari dini orang tua mesti membawa anaknya ke tempat gerai lukisan untuk meningkatkan apresiasi, penilaian, pengamatan terhadap seni rupa. Nanti dari situ bisa diketahui kedalaman seni mereka,” demikian kata I Nengah Kisid. (iko*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

11 Karya Seni Kritisi Budaya Instan Dengan Tema ‘Mie Kirin Indonesia’ Digelar Di HoS Surabaya

kicknews.today Surabaya – Sebanyak 11 karya seni rupa yang mengkritisi budaya instan ala mi instan ...