BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Singa Gila, Mitos di Balik Pesona Air Terjun Sendang Gile Lombok Utara

Air terjun Sendang Gile di Desa Senaru Kecamatan Bayan

 

Lombok Utara – Biasanya ketika hari libur banyak orang yang berkunjung ke kawasan wisata. Menikmati quality time bersama keluarga, ataupun orang terkasih. Di Lombok Utara tepatnya di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, ada sebuah destinasi yang ramai dikunjungi, air terjun Sendang Gile.

Namun barangkali banyak yang belum tahu bagaimana asal usul air terjun cantik yang mempesona ini. Air terjun ini masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), sebab posisinya berada tepat di bawah pintu masuk jalur pendakian.

Di balik keindahan objek ini, rupanya ada mitos yang menyertai. Konon pada tahun 1287 ketika zaman Kedatuan Bayan, warga sering menyebutnya dengan Batu Ko’ atau Batu Kerbau. Sendang Gile ditemukan secara tidak sengaja oleh salah seorang warga yang saat itu sedang mengejar Singa gila setelah masuk ke permukiman.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”6004″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

“Penduduk setempat menyebut singa gila dengan kata “Sengang Gile” namun seiring berjalannya waktu pelafalan kata “sengang” menjadi “Sendang” sehingga air terjun ini akhirnya akrab diucapkan sebagai Sendang Gile,” ujar Kepala Desa Senaru, Isa Rahman kepada kicknews, Senin (10/4).

Menurutnya, pada tahun 1987 warga mulai membangun sebuah jembatan sebagai akses guna masuk ke kawasan yang terkenal memiliki empat air terjun. Yaitu Sendang, Tiu Kelep dan Bataran Lenjang.

“Sementara untuk air terjun Penumpasan Senaru berada di sebelah barat tepatnya di kampung tradisional Senaru. Nah, mulai saat itu warga sudah mulai ramai mendatangi lokasi,” jelasnya.

Untuk menuju lokasi, dari Kota Mataram dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam menggunakan kendaraan bermotor. Dari loket penjualan tiket pengunjung harus menuruni ribuan anak tangga hingga sekitar 15 menit untuk sampai ke air terjun tersebut.

“Tiketnya sudah mulai dikelola oleh pemerintah sekitar awal tahun 2000-an, begitu pula dengan dibangunnya anak tangga itu,” kata dia.

“Kami ingin di sini supaya ke depan terus dipromosikan sehingga wisatawan banyak yang datang dan perekonomian warga jadi lebih baik,” pungkasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Pelamar PPK dan PPS di KLU Masih Minim

  kicknews.today – Sejak dibuka 15 Oktober kemarin, pendaftaran Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dan Panitia ...