BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Siapa H Lalu Madiloe yang kini namanya jadi Ruang Rapat Paripurna DPRD NTB?

Wakil ketua fraksi PPP NTB, Nurdin Ranggabrani menunjukkan lukisan H L Madilaoe (Foto: Parman)

 

Mataram – NTB memiliki sejarah panjang perjalanan politik dengan karakter ketokohan yang mumpuni. Terbukti dari catatan eksistensi wakil rakyat di Udayana yang telah mulai berkiprah sejak tahun 1958. Sejak saat itu, pimpinan wakil rakyat pertama di DPRD telah diemban oleh putra asli Nusa Tenggara Barat.

H Lalu Madilaoe Abdul Djabar Tunruang, tercatat menjabat Ketua DPRD NTB pertama masa bhakti 1958 – 1963. Ia merupakan putra asli NTB kelahiran Sumbawa Besar, tanggal 17 April 1925.

Baca Juga :

Madilaoe merupakan mantan Anggota Tentara Keamanan Rakyat Pelajar (TKR Pelajar, red), yang belakangan namanya berubah menjadi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Ia pun sempat bergabung pada Badan Pengurus Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (BP-DPR) di Mojokerto.

Pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Madilaoe dipercaya sebagai petugas pada Dinas Penerangan Markas Perjuangan Sunda Kecil (MPSK) di Banyuwangi, yang kemudian atas perintah Biro Perjuangan Kementerian Pertahanan, Ia bertugas selaku Komisaris Pemerintah Republik Indonesia untuk Sunda Kecil di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Penerangan Republik Indonesia. Madilaoe dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengkoordinir Bidang Penerangan Perjuangan Republik Indonesia.

Pada awal 1950, Madilaoe ditarik kembali ke Jakarta sebagai Koordinator Bidang Penerangan pada Kementerian Penerangan Republik Indonesia. Setelah beberapa lama di Jakarta, Madilaoe kembali ditugaskan ke daerah kelahirannya, sebagai Kepala Jupen (Juru Penerangan) Daerah Pulau Sumbawa, sekaligus diamanatkan sebagai Ketua Seksi Penerangan Front Nasional Pembebasan Irian Barat Wilayah Timur, yang berkedudukan di Pulau Sumbawa.

Beranjak dari Kepala Jupen Daerah Pulau Sumbawa dan Ketua Seksi Penerangan Front Nasional Pembebasan Irian Barat Wilayah Timur itulah, kiprah Madilaoe di dunia politik dan pemerintahan di daerah semakin cemerlang. Madilaoe ADT kemudian tercatat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong (DPR-GR) Nusa Tenggara Barat atau Ketua DPRD NTB Pertama, diberi nama Sang Inspirator Mocwator periode 1959-1963. Yang selanjutnya dipercaya sebagai Bupati S H II Sumbawa, periode 1960-1965.

Setelah itu, Madilaoe berturut-turut dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina MPRS NTB, merangkap Sekretaris BAKO PDA Provinsi NTB, Anggota Badan Pengamanan PELITA (BAMAN PELITA) Provinsi NTB.

Tidak hanya itu, Madilaoe juga dipercaya mengemban tugas-tugas penting di antaranya sebagai Kepala Direktorat Pembangunan Provinsi NTB, Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Penanaman Modal, Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi NTB, dan kembali dipercaya memimpin kabupaten dua periode berturut-turut, yaitu pada periode 1979-1984 dan 1984-1989.

Selain aktifitas politik dan pemerintahan, Madilaoe ADT juga tercatat aktif di berbagai organisasi, diantaranya sebagai Anggota Legiun Veteran Republik Indonesia, Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Provinsi NTB, Anggota Dewan Paripurna Nasional Angkatan 45 dan Anggota Dewan Penasehat Angkatan 45 Provinsi NTB.

Kiprah perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara, Madilaoe ADT dianugerahi Tanda Jasa dan Bintang Kehormatan, antara lain: Gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, Medali Perjuangan Angkatan 45 dan Medali Kehormatan Dewan Nasional Angkatan 45, Bintang Tanda Kehormatan Satya Kencana Pembangunan dan Bintang Tanda Kehormatan Satya Kencana Wira Karya Pembangunan.

Setelah mendedikasikan dan mendharma-bhaktikan diri yang sebagian besar perjalanan hidupnya pada bangsa, negara dan daerah ini, pada 11 Juni 1998, H. Lalu Madilaoe ADT meninggal dunia pada usia 73 tahun.

Mengingat jasa dan kiprahnya tersebut, DPRD NTB sepakat mengabadikan nama Madilaoe menjadi nama Ruang Rapat Utama DPRD NTB di gedung Udayana.

“Kita sudah tetapkan dan resmi mengganti nama dari ruang rapat paripurna menjadi, ruang rapat  H Lalu Madilaoe Abdul Djabar Tunruang. Berdasarkan usulan semua fraksi dan sudah ditandatangani pimpinan beserta Ketua Fraksi di DPRD NTB,” ungkap salah seorang pungusul Nurdin Ranggabarani, Jumat (7/4).

Dia menjelaskan, pergantian nama sah bernomor istimewa VIV/2017 dengan mempertimbangkan berbagai sisi positif, baik dari sisi sejarah, jasa-jasa pengabdian dan perjuangan, dalam skala regional maupun nasional dan semangat serta nilai kepahlawanan.

“Sebagai penghargaan sekaligus kado Hari Lahir Beliau ke-92 Tahun, diputuskan pada tanggal 1 April 2017 nama beliau menjadi nama Ruang Rapat Paripurna DPRD NTB,” katanya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Ternyata KPU Belum Terima Berkas Usulan PAW Baijuri

  Mataram – Berkas pergantian antar waktu (PAW) salah seorang anggota DPRD NTB, H Baijuri ...