BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Sikapi Keresahan Gubernur NTB, Operasional Alfamart Gandeng Produk UMKM

Branch Manager Alfamart Lombok, Danny Febrianto (Foto : Parman)

 

Mataram – Branch Manager Alfamart Lombok, Danny Febrianto mengaku tidak mau membalas komentar Gubernur NTB TGH, M Zainul Majdi yang meminta Bupati/Walikota perketat izin ritel modern. Akan tetapi dia ingin menjelaskan, kehadiran minimarket di suatu daerah merupakan salah satu indikator kemajuan ekonomi.

Danny menyampaikan, minimarket tidak saja menumbuhkan daya beli dan membuka lapangan pekerjaan, tapi juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal untuk tumbuh dan berkembang. Ditegaskan, kehadiran minimarket di suatu daerah sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami hadir mempermudah masyarakat mendapatkan produk kebutuhan, dari produsen sampai ke tangan konsumen. Itu sebabnya bisnis ini bisa tumbuh. Alasan lain, supply ada karena memang ada demand dari pasar,” ungkap Danny di Mataram, Jumat (7/4).

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7350″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Dia mengatakan, peritel nasional juga menjadi tempat bergantung para produsen di tanah air, mengingat menjadi jaringan pemasar produk-produknya sehingga bisa dinikmati langsung oleh konsumen.

Dengan adanya ragam minimarket di suatu daerah, lanjut Danny, masyarakat bisa mendapatkan kemudahan jangkauan berbelanja dengan pilihan harga yang wajar. Selain itu, dari sisi benefit bagi pelaku UMKM. Perusahaannya memberikan ruang untuk berjualan di halaman toko dengan harga sangat terjangkau serta memberi kesempatan kepada home industry untuk menjadi pemasok produk Home Brand Private Label (HBPL).

Dia menyebutkan, saat ini, terdapat lebih dari 200 pemasok produk-produk HBPL yang berasal dari UMKM secara nasional.

“Untuk diketahui, Alfamart di Wilayah NTB juga menjual produk lokal UMKM setempat. Seperti telur ayam negeri, Beras 69, Beras Cap Ikan, Kopi 555, air mineral Narmada, Minyak Oles Bokashi, Madu Hutan Sumbawa hingga permen susu cap Kerbau Perah hingga Kopi Berkah,” paparnya.

Dia mengaku, dalam beberapa waktu ke depan, akan ada 10 item produk UMKM Lombok Barat yang akan dijual di tokonya.

Danny menilai, Alfamart juga bersinergi dengan pelaku UMKM dalam bentuk pembinaan pedagang warung atau toko kelontong melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA) dan pelatihan manajemen ritel modern.

Danny menambahkan, keuntungan menjadi pedagang binaan Alfamart, para pelaku UMKM bisa memesan barang dengan fasilitas antar gratis oleh tim Member Relations Officer (MRO).

“Kita berikan kesempatan mendapatkan potongan harga spesial. Tujuan pemberian harga khusus ini agar pedagang bisa menjual kembali barang itu dengan harga yang kompetitif,” tambahnya.

Selain itu lanjutnya, terhadap member pemilik warung yang beruntung, bisa mendapatkan dress up warung cuma-cuma setiap bulan melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA).

Hingga akhir Maret 2017 saja, sudah tercatat 850 orang member atau pedagang binaan di wilayah NTB. Melalui donasi konsumen, sepanjang 2016 perusahaan secara nasional juga telah menyalurkan 20 ribu paket bantuan sosial, 10 ribu pasang sepatu sekolah, 35 ribu paket perlengkapan sekolah, 60 unit rumah layak huni, hingga 10 ribu kacamata gratis.

Sedangkan dari sisi penciptaan lapangan kerja, Danny menambahkan, industri ritel merupakan industri padat karya mengingat usaha ritel membutuhkan cukup banyak tenaga kerja. Untuk satu minimarket saja, membutuhkan rata-rata 8 personil karyawan toko.

Kebutuhan tersebut belum termasuk untuk karyawan yang ditempatkan di kantor pusat dan kantor cabang Alfamart yang tersebar di Indonesia.

“Kalau sampai terjadi penutupan 10 toko saja, bisa berdampak pada pengangguran hingga 80 orang,” cetusnya.

Hingga akhir Maret 2017, Alfamart di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyerap sedikitnya 2.200 orang tenaga kerja, di mana 98 persennya merupakan warga NTB.

Dia melanjutkan, Alfamart juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah terkait regulasi dan izin pendirian Alfamart. Dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB, tercatat ada 200 gerai Alfamart di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.

Untuk empat kabupaten/kota lain di Lombok Utara, Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu, dia katakan, sedang dalam proses komunikasi terkait perizinan.

Danny menegaskan, Alfamart memastikan mematuhi regulasi yang diterbitkan pemerintah daerah.

“Harapan agar semua pihak mampu melihat bisnis ini tidak dengan sebelah mata. Ada sederet kontribusi yang diberikan. Pemda juga bisa mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui regulasinya,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Retail Modern Jualan di Pasar Murah. Warga KLU: Jangan-jangan…

  Lombok Utara – Operasi pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Provinsi NTB di Lapangan ...