Jadilah yang Pertama Tau

Tak Berniat Pungli, Ini Maksud Desa Sambik Elen Tarik Uang Prona

Ilustrasi Pungli (foto: satu indonesia)

 

Lombok Utara – Diamankannya tiga orang oknum perangkat Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan terkait dugaan pungli dalam penarikan dana Prona oleh oknum Kepala Desa sejatinya dilakukan berdasarkan Perdes. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMDes) Lombok Utara, H. Kholidi, Senin (20/3)

“Saya sudah minta keterangan Kades Sambik Elen. Ia menjelaskan dana yang ditarik berdasarkan Perdes untuk segala keperluan pengurusan administrasi desa dari pra hingga berbentuk sertifikat,” ujar Kholidi.

Menurutnya, sedikitpun tidak ada niatan pungli sebab dalam hal ini desa hanya sebatas memfasilitasi warga yang ingin mengurus. Bahkan, sekitar 35 warga dibantu desa menalangi biayanya lebih dulu.

BACA JUGA:

“Niatnya baik karena ingin membantu warga atas beban adminitrasi yang tertuang dalam Perdes. Tapi sebagai catatan setelah sertifikat jadi maka warga mengeluarkan dana sesuai yang difasilitasi oleh desa itu sendiri,” jelas Kholidi.

“Semangat Kades dengan program Prona Pusat ini baik, terlebih ada kesepakatan antara warga dan desa menyangkut administrasi itu,” imbuhnya.

Hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi desa-desa lain di Lombok Utara. Ia berharap supaya desa berhati-hati dalam melakukan pungutan kegiatan sekalipun berniat membantu warga. Sebab ketika di luar koridor dan ketentuan maka tetap dianggap salah.

“Kita berharap kepada seluruh desa agar dijadikan pelajaran untuk merapikan adminitrasinya. Termasuk ADD dan DD,” katanya menambahkan.

Kendati demikian, pihaknya tetap menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Dinas menghormati segala proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung,” pungkasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat