BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Populasi Burung Kakak Tua Jambul Kuning nyaris Punah di NTB

Foto: https://www.google.com/search?q=burung+kakak+tua+jambul+kuning

 

Mataram – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tengara Barat (NTB), Dr. Ir. Widada, MM. menyampaikan, populasi burung KakaK Tua Jambul Kuning yang hidup di alam liar nyaris punah. Diperkirakan saat ini tinggal 145 ekor.

“Kalau habitatnya banyak ditemukan di Taman Buru Pulau Moyo dan Kawasan Wisata Alam Jereweh,” kata Widada didampingi Kasubag TU BKSDA NTB Lugi Hartanto dan Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA NTB Tri Endang di Mataram, Senin (20/3).

Ia menjelaskan, secara umum populasi burung Kakak Tua Jambul Kuning banyak berada di Pulau Sumbawa, yakni Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa sebanyak 115 ekor dan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat tersisa 30 ekor. Sementara, di Pulau Lombok sudah tidak ada.

“Karena di bawah punah, burung ini oleh pemerintah statusnya masuk 20 binatang yang diprioritaskan untuk dilindungi,” katanya.

Menurut Widada, di era tahun 1980-an populasi burung ini di NTB jumlahnya cukup banyak. Hanya saja, jumlahnya terus berkurang karena adanya perburuan liar  manusia. Meski perburuan berkurang, tapi tak sebanding dengan peningkatan jumlahnya.

“Jadi berkurang ini bukan karena perburuan liar. Tetapi juga faktor alam. Karena sifat burung Kakatua ini penakut, bahkan dalam setahun bertelur 2 butir. Kalaupun sarangnya sudah siap, bisa jadi tidak bertelur,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk mencegah kepunahan, burung Kakak Tua Jambul Kuning atau dalam nama ilmiahnya Cacatua Sulphurea, BKSDA sudah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya melalui pembangunan lokasi konservasi dan penangkaran burung seperti di Taman Wisata Alam Kerandangan.(prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Awas…! Sanksi Pidana 5 Tahun bagi Pemetik Edelweis

  Mataram – Sanksi pidana penjara paling berat lima tahun dan denda paling besar Rp ...