BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Eksploitasi Ketokohan, Bisa Rusak Demokrasi, Adat, Budaya dan Etika

Komisioner Bawaslu NTB, Bambang Karyono

 

Mataram – Setiap tahapan pelaksanaan agenda demokrasi seperti pilkada, pileg maupun pilpres. Banyak pihak yang kerap memanfaatkan ketokohan sebagai alat untuk pencapaian tujuan.

Salah seorang Komisioner Bawaslu NTB Bambang Karyono menyebutkan, setidaknya ada empat klasifikasi ketokohan yang kerap menjadi sasaran pemanfaatan dalam tahapan meraih kursi kekuasaan.

“Untuk kita di NTB ini, Tuan Guru, Tokoh Adat, ASN, dan Tokoh Politik serta Pemuda kerap menjadi media untuk mengumpulkan dan meraih suara,” kata Bambang saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

BACA JUGA:

Bambang sangat menyayangkan saat kapasitas Tuan Guru (pemuka Agama Islam, red.) lebih menjadi komoditas politik, yang ujungnya akan berpotensi menjadikan kapasitas wibawa ke-Tuan Guru-an tersebut semakin terkikis di tengah masyarakat.

“Selain Tuan Guru, kapasitas Tokoh Adat juga tak jarang mengalami nasib serupa. Saya khawatir jika terus seperti ini, adat kebiasaan kita akan tergerus dan membuat kita warga NTB ini kehilangan identitasnya. Terus apa yang akan kita wariskan ke generasi selanjutnya?” papar Bambang dengan nada bertanya dan tampak sedikit kesal.

Sementara ASN (Aparatur Sipil Negara) yang sejatinya diwajibkan untuk netral, kerap mau tidak mau harus terlibat akibat ketakutan akan nasib lima tahun ke depan mereka. Jika tidak mendukung atau mendukung kandidat tertentu dalam pilkada.

“Keempat itu peran partai politik dan pemuda sebenarnya sangat diharapkan mampu memberikan pendidikan politik kepada warga masyarakat, untuk tidak melaksanakan pemilu di luar dari ketentuan Undang-undang.” Tambahnya.

“Demokrasi itu tidak bernyawa, tidak hidup. Tetapi kenapa malah bisa merubah banyak nilai positif di masyarakat. Ini menurut saya sangat serius dan harus dibenahi.” ungkap Bambang.

Bawaslu NTB tahun ini akan berupaya membenahi kondisi tersebut dengan langkah yang mereka namai Taubat Demokrasi.(hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Faktor Kemiskinan Pengaruhi Terjadinya “Money Politic”

  Mataram – Ketua Bawaslu NTB, M Khuailid menyebutkan tiga hal yang menjadi kekhawatiran yang ...