in

Kasus TKI NTB Tak Akan Berakhir, Karena Fungsi LTSP Masih Lemah

Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim, SH,.MH
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim, SH,.MH

 

kicknews.today Mataram – Sengkarut persoalan TKI NTB tak kunjung berakhir akibat tata kelola instansi pelayanan penempatan tenaga kerja belum tersistematis. Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim, SH,.MH menjelaskan, selama tata kelola proses penempatan TKI tidak dirubah, maka selama itu akan tetap ada TKI bermasalah di luar negeri.

Dia mengaku, sejak dua tahun lalu, Ombudsman terus mendorong akan penguatan Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) agar dilahirkan Peraturan Daerah (Perda) peningkatan kapasitas LTSP menjadi badan, tidak lagi diatur oleh Peraturan Gubernur (Pergub) karena dianggap tidak kuat.

“Kalau sudah ada Perda peningkatan kapasitas LTSP jadi badan, buat standar pelayanan publik, maka tidak akan ada TKI bermasalah,” jelasnya.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1517″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Ini juga disebabkan buruknya tata kelola di tingkat kabupaten. Contoh, di tahun 2015, Ombudsman melalukan investigasi di Lombok Timur yang merupakan pengirim TKI terbesar tingkat kabupaten se-Indonesia.

Di mana, dana sosialisasi untuk TKI hanya dianggarkan sekali dalam setahun nominalnya sangat kecil, hanya belasan juta. Padahal, sosialisasi tersebut sangat penting untuk memberikan pemahaman bahayanya menggunakan jalur ilegal.

Baginya, persoalan TKI ilegal akan semakin kuat, selama tata kelola penempatan mahal. Kemudian tidak ada kepastian dan cendrung lama berangkat.

“Ini akan berpotensi makin banyak TKI ilegal. Karena calon TKI jelas memilih jalur lebih murah, cepat dikirim, meski perlindungan nol,” paparnya.

Padahal lanjutnya, Ombudsman sudah usulkan supaya pemerintah daerah membuat link LTSP hingga kabupaten terutama kantong TKI sejak 2015 lalu. Akan tetapi, belum dijalankan.

“Saya yakin, kalau tidak segera merubah tata kelola, akan ada calon korban seperti dialami Rabitah salah seorang TKW asal KLU yang diduga hilang salah satu organ tubuhnya,” pungkas mantan Ketua Somasi NTB ini.(prm)