BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Polda NTB Ingatkan, Penyebar Berita Hoax Soal Isu Penculikan Anak Dapat Dipenjara

Kasubdit II Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie

 

kicknews.today Mataram – Beredarnya isu penculikan anak melalui media sosial maupun SMS yang belakangan diketahui palsu alias hoax, membuat Polda NTB akan memantau dengan seksama penyebaran informasi tersebut.

Kasubdit II Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie kepada kicknews.today mengatakan isu penculikan anak disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban di NTB. Isu provokatif yang berkemas soal penculikan anak membuatnya akan memantau penyebaran informasi hoax tersebut, karena akan berdampak fatal bagi masyarakat.

BACA JUGA :

“Itu hoax itu. Masyarakat jangan mudah percaya, karena selama ini tidak pernah ada penculikan maupun percobaan penculikan anak di NTB,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (11/3).

Menurut Darsono, penyebar isu hoax dapat dipidana sesuai dengan pasal 28 ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Penyebar isu hoax bisa dipidana sesuai dengan pasal 28 ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, ada ancaman hukumannya apabila orang menyebarkan berita bohong, yang mengandung ujaran kebencian, unsur SARA,” jelasnya.

Dikatakan juga, hingga saat ini situasi di NTB aman dan kondusif. Tidak pernah terjadi penculikan anak maupun percobaan penculikan anak seperti yang tersebar di media sosial.

“Yang jelas itu hoax. NTB saat ini aman-aman saja, enggak pernah terjadi penculikan anak,” terangnya.

Belakangan di media sosial beredar isu penculikan anak di wilayah Gomong, Mataram. Namun setelah dicek, ternyata informasi tersebut palsu. Penyebar berita tersebut juga menggunakan foto kekerasan yang didapatnya melalui google, yang kemudian disebarkan di media sosial dengan menginformasikan bahwa foto tersebut merupakan penculik anak yang tertangkap warga. Kebanyakan pengguna media sosial kemudian menyebarkan isu-isu tersebut, sehingga menjadi viral di media sosial.

Darsono mempersilahkan masyarakat untuk melaporkan setiap status yang berisikan informasi hoax soal isu penculikan. Hal ini dilakukan mengingat NTB memiliki pengalaman pahit soal beredarnya isu penculikan anak.

“Bisa dilaporkan, yang penting laporannya ada dasarnya, ada barang buktinya, sesuai prosedur. Kita akan tindaklanjuti itu untuk melindungi masyarakat tidak terprovokasi isu palsu,” pungkasnya.

Saat ini di NTB tidak pernah terjadi penculikan anak. Polisi juga tidak pernah menerima informasi terkait penculikan anak, sehingga informasi yang beredar di media sosial maupun SMS adalah ulah provokator untuk membuat masyarakat menjadi panik. Diharapkan masyarakat tidak mempercayai isu palsu yang marak beredar di media sosial. (zr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Mohan : Kepala Lingkungan di Mataram Jangan “Pungli” dan Waspadai Berita “Hoax” !!!

  Mataram – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisakan mengimbau kepada semua kepala lingkungan ...