Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan Kafe Asal Loteng Diarak Keliling Trawangan

Pelaku penggelapan uang perusahaan saat diarak keliling Trawangan tadi sore

 

kicknews.today Lombok Utara – Seoarang pemuda berinisial SE warga Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, harus merasakan paitnya hukum adat di Gili Trawangan. Ia diduga menggelapkan uang perusahaan di tempatnya bekerja.

Anggota Pospol Subsektor Gili Indah, Bripka Dahrul Hamzah yang dikonfirmasi kicknews.today membenarkan kejadian ini. Ia menyebut, awalnya pelaku tidak mau mengaku tetapi setelah diperlihatkan bukti pada rekamanan kamera CCTV, SE tak bisa mengelak.

‘’Iya itu tadi kita buktikan dengan kamera CCTV ramai-ramai, karena awalnya pelaku tidak mau mengaku. Dia sudah sering mengambil, di tanggal 15 kemarin ini sudah dua kali begitu pun pada tanggal-tanggal sebelumnya,” ujarnya, Jumat (17/2).

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”829″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Pengarakan sendiri dilangsungkan sekitar pukul 17.00 wita dengan dikawal oleh aparat kepolisian serta masyarakat setempat. Modus yang digunakan oleh pelaku, yaitu dengan tidak memasukan uang pembayaran dari tamu kedalam kasir.

‘’SE merupakan karyawan di Kafe dan barusan ini kita arak, modus yang dia pakai itu ketika ada tamu mau bayar tidak dimasukan ke kasir. Tapi uangnya masuk ke kantong sendiri sementara BILnya dibuang,” terangnya.

Menurutnya, aparat kepolisian sebelumnya sudah mengimbau supaya korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Pemenang. Hanya saja, nampaknya pemilik Kafe tidak ingin repot dan justru memilih hukuman adat terhadap pelaku.

‘’Sudah kita tawarkan tetapi karena korban tidak mau repot dan males mau nyebrang ke darat, maka digunakan lah hukuman adat ini. Yang jelas, pokoknya dia (Korban) sudah tahu siapa yang ambil itu saja,” katanya.

Kerugian pada korban sendiri belum diketahui, sebab penggelapan itu sudah saking seringnya dilakukan oleh pemuda tersebut.

‘’Belum tahu kalau kerugian karena memang sudah sangat sering, toh pelaku kita tanya juga tidak ingat. Saat ini pelaku sudah keluar dari Trawangan dan tidak boleh kembali selama tiga tahun,” demikian jelas Dharul.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat