Tokoh Pers : Idealnya HPN tidak Gunakan Uang Negara

Tokoh Pers, Atmakusumah

 

kicknews.today Mataram – Pro kontra penetapan Hari Pers Nasional (HPN) berusaha dirumuskan solusinya dalam sambutan Seminar Mengkaji Ulang Hari Pers Nasional di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (16/2) lalu.

Sejumlah opsi muncul terkait penetapan tanggal peringatan HPN. Tiga organisasi profesi wartawan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), terlibat dalam pengkajian HPN yang selama ini diperingati setiap 9 Februari.

Sejumlah rekomendasi tanggal muncul dari ketiga pembicara seminar yaitu Asvi Warman Adam (LIPI), Atmakusumah (Tokoh Pers), Muhidin M. Dahlan (Peneliti Sejarah Pers). Salah satu opsi di antaranya tanggal 1 Januari, mengambil momentum lahirnya penerbitan pertama milik pribumi yang mengusung semangat kebangsaan dan nasionalisme, Medan Priyai pada 1907 dan 7 Desember bertepatan dengan wafatnya tokoh pers nasional Tirto Adhi Soerjo yang wafat tahun 1918.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”788″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Atmakusumah menekankan tidak hanya tanggal yang penting mendapatkan perhatian. Proses pelaksaan juga memperhatikan semangat kebersamaan.

“Peringatan HPN idealnya biayai perusahaan-perusahaan pers, tidak menggunakan dana negara,” katanya.

Moderator diskusi Iman D. Nugroho menyampaikan tim perumus akan memperhatikan rekomendasi, landasan historis dan ideologis yang muncul dari usulan-usulan yang muncul dalam forum seminar. Serta akan menyampaikan rekomendasi itu ke Dewan Pers agar ditindaklanjuti. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat