Penyesalan Ayah Bunuh Anak Kandung : “Dia Anak Yang Paling Saya Sayangi”

AS yang tampak sangat depresi saat diperiksa di kantor polisi

 

kicknews.today Mataram – Polisi masih mendalami motif dibalik dugaan pembunuhan Muhammad Albani (8), dilakukan ayah kandungnya sendiri AS (48) Jumat (17/2) dini hari tadi . Kejadian itu dini hari tadi, sekitar pukul 00.30 Wita.

Kronologi kejadian, saat itu sekitar Pukul 00.00 Wita, pelaku menghampiri korban yang sedang tidur di ruang tamu.

“Tiba tiba pelaku menebas leher korban dengan menggunakan senjata tajam pada saat korban tidur di ruang tamu hingga menyebabkan meninggal dunia,” demikian keterangan awal Kapolsek Cakra Kompol Haris Dinzah, SIK.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”3699″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Menurut Haris Dinzah, penyidik belum bisa mendalami lebih jauh keterangan pelaku, lantaran psikologinya belum stabil.

“Pelaku masih depresi, kami belum bisa menyebutkan dugaan motifnya melakukan perbuatan itu,” ungkap Haris Dinzah di ruang kerjanya, Jumat (17/2).

“Anggota Unit Reskrim masih melakukan pemeriksaan, dan pendalaman,” tambahnya.

Raut wajah AS tampak kosong dan mencerminkan penyesalan mendalam. Ia mengaku melakukan perbuatanya dalam kondisi sadar. Disebutkannya juga bahwa tak ada bisikan apapun yang mendasari perbuatanya itu.

“Saya sakit hati, dia anak laki-laki saya satu-satunya. Saya sangat menyayanginya,” sesal AS.

Apa alasan sakit hati? Pengakuan dia, anaknya sering berkata kasar, bahkan cenderung berkata kotor.

“Dia seringa memaki saya dengan kata s****l, u**k, macem-macem,” aku AS, atas alasan itulah dia kalap dan membunuh anaknya.

AS juga mengakui sama sekali tak pernah terpikirkan untuk melakukan tindakan keji itu. Karena selama ini, memukul saja tidak pernah. Tapi setiap peringatan yang dia sampaikan, selalu dilawan. Itu terkadang membuat emosinya terpancing.

“Dia sering sekali berbuat begitu, padahal dia masih kecil,” tambah pria yang dikabarkan kerap menjadi imam di masjid kampungnya ini.

Memang ada perubahan sikap anaknya itu meskipun usianya masih belia. Dia berdalih, pergaulan membuat anaknya terkadang melawan dengan kata kasar saat diingatkan. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat