Tukang Sapu : Kapolda yang Baik itu Pergi

 

Maimunah saat berjabat tangan dengan Umar Septono, Kamis (16/2)

 

kicknews.today Mataram – Acara perpisahan Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono, hari ini berlangsung di Lapangan Gajah Mada Polda NTB, Kamis (16/2). Perpisahan Umar Septono dibarengi juga dengan acara penyambutan Kapolda NTB baru, Brigjen Pol Drs Firli M.Si. Umar Septono resmi menjabat Kakor Sabhara Baharkam Polri.

Umar Septono meninggalkan banyak kisah manis di Pulau 1000 Masjid ini. Ia merupakan figur yang sering menuai pujian banyak orang. Kedekatannya dengan masyarakat kelas menengah ke bawah, membuatnya dicintai rakyat.

Acara perpisahan Umar Septono berlangsung haru. Tampak seluruh Personel Kepolisian Mapolda NTB berbaris dari Lobi Polda hingga gerbang keluar Mapolda. Satu persatu anggota berjabat tangan langsung dengan Umar Septono dan Kapolda NTB baru.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”719″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Seorang perempuan tua yang berprofesi sebagai tenaga kebersihan Polda NTB, ambil bagian di acara perpisahan tersebut. Tampak matanya berkaca-kaca ketika Umar Septono menghampirinya. Dengan cepat tangannya meraih tangan Umar Septono.

“Terimakasih banyak pak,” ujar wanita tua yang belakangan diketahui bernama Maimunah. Tampak wanita tua itu menahan haru. Orang yang selama ini dikaguminya, kini pergi meninggalkan Pulau Lombok.

Saat ditanya kicknews.today, Maimunah masih tidak ingin Umar Septono pergi. “Kapolda yang baik itu pergi. Rasanya terlalu sebentar dia di sini. Saya kangen,” ujarnya.

Kekagumannya pada sosok Umar Septono beralasan. Menurut Maimunah, Umar Septono merupakan sosok yang merakyat. Meskipun ia hanya berprofesi sebagai tukang sapu di Polda, namun Umar Septono tidak gengsi berjabat tangan dengannya.

“Saya kagum sama beliau. Saya hanya tukang bersih-bersih, tukang sapu. Tangan saya tiap hari kotor. Tapi dia selalu berjabat tangan dengan saya. Saya kagum. Saat saya kerja, dia datangi saya untuk bersalaman,” kenangnya.

Rasa sedih mewarnai Maimunah. Sosok Umar Septono memiliki banyak cerita heroik yang menjadi panutan masyarakat. Ia juga pernah seorang diri memikul sekarung beras ke rumah warga yang menderita lumpuh. Tauladan Umar bin Khatab betul-betul melekat dalam dada Umar Septono.

“Saya pernah bilang begini ‘ee dia kotor tangan saya pak’ tapi dia bilang enggak apa-apa. Dia orangnya baik. Kalau ada rezeki lebih, saya selalu dikasi,” sambungnya.

Atas banyak jasa Umar Septono pada dirinya, di hari perpisahan ini Maimunah rela meninggalkan tugasnya membersihkan Mapolda NTB. Ia tidak ingin momen berkesan ini dilewati begitu saja. (zr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat