Pemda KLU Dinilai “Ingkar” Janji Soal Sampah Trawangan, ini Sikap Kades….

sampah trawangan
Sampah di Trawangan yang sudah menumpuk

kicknews.today Lombok Utara – Pengurusan sampah di Gili Trawangan menjadi polemik akhir-akhir ini, imbas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Saber Pungli Pemprov NTB belum lama ini. Penangkapan itu menyebabkan penanganan kebersihan dan keamanan di Trawangan kocar-kacir.

Pemda pun sudah menggelar rapat dengan desa sebelumnya. Hanya saja, hasil rapat itu tidak sesuai dengan yang sudah disepakati. Sebab, meskipun desa bakal dianggarkan untuk operasional sampah selama tiga bulan, tapi nominalnya justru sangat kecil.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1425,7184″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Awalnya, desa meminta sebesar Rp 105 juta kendati realisasi yang muncul hanya sebesar Rp 43 juta. Anggaran yang dirasa sangat minim ini membuat desa bertanya-tanya, yang jadi ke khawatiran pengelola sampah justru berhenti ditengah jalan sehingga sampah di Trawangan tak terurus.

‘’Semula kita sudah sepakati angkanya yakni sebesar Rp 105 juta, tetapi dengan perbedaan ini kita juga tidak tahu bagaimana kedepannya untuk menangani sampah,” ujar Kades Gili Indah, H. Taufik, Kamis (16/2).

Dia berharap pemda KLU agar menepati janji di rapat itu, sebab jika tidak maka pihaknya akan lepas tangan.

Pagi tadi, pihaknya sudah gelar rapat dengan pengusaha kaitannya penanganan sampah. Disepakati, pengusaha yang bersedia menyumbang sukarela akan diangkut sampahnya.

‘’Karena tadi mayoritas pengusaha juga tidak merasa keberatan kok (mengeluarkan iuran untuk sampah). Kalau pun nanti jadi soal ya biarlah, toh kita melakukan ini dengan ikhlas masa ikhlas tidak boleh kami disini jadi serba salah,” demikian Taufik.(iko).

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat