Seniman Muda ISI Jogja Akan Gelar Kesenian Sampah di Ampenan

kabar festival dedoro 2017

kicknews.today Mataram – Prihatin terhadap minimnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama di wilayah perkotaan. Sejumlah pemuda Ampenan yang tergabung dalam d’Ampenan Ansambel. Menggagas pagelaran seni yang dirangkai dengan sejumlah kegiatan dan art gallery bertajuk Kabar Festival Dedoro. Even ini dimentori oleh sejumlah seniman muda ISI Jogja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua pelaksana acara Nur Kholis Sumardi mengatakan, Ia bersama sejumlah rekannya yang memang konsen dalam dunia seni dan lingkungan. Menggagas acara ini tak lain bertujuan untuk menarik perhatian semua pihak, terutama masyarakat. Untuk mau memperhatikan lingkungan dan masa depan generasi penerus bangsa.

“Kami lihat dan merasakan langsung dampak dari ketidak pedulian terhadap lingkungan ini. Terutama saat musim hujan seperti sekarang, genangan air terjadi dimana-mana. Dampak negatifnya tentu semua sudah tahu. Dari mulai terganggunya aktifitas, sampai munculnya wabah penyakit dan rusaknya fasilitas pribadi maupun umum.” Paparnya, saat dikonfirmasi kicknews.today sewaktu berkoordinasi dengan Lurah Banjar di Ampenan, (15/2).

Karena itu, ia bersama teman-teman dan sejumlah pihak yang mendukung. Akan melaksanakan gelaran seni musik dan pertunjukan, yang akan melibatkan penggunaan sampah sebagai materi pertunjukannya. Gelaran Festival itu akan dilaksanakan di Lapangan Gelora Hijau Kampung Banjar Ampenan, Minggu 26 Februari 2017 mendatang.

“Akan ada gelaran seni dengan bahan sampah sebagai alat musik dan dekorasinya. Juga ada art gallery berbahan sampah,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Mataram juga tak tinggal diam. Melalui Lurah Banjar yang menjadi perpanjangan tangan Pemkot, berupaya maksimal mendukung dan menyambungkan semua pihak terkait untuk suksesnya pelaksanaan acara ini.

“Ini untuk masyarakat. Menyadarkan masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, harus dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan ini, jadi harus didukung. Apalagi saya tahu gelaran seni ini melibatkan anak-anak sekolah. Mereka juga harus dididik dari awal untuk peduli,” Ungkap Lurah Banjar Muzzakir Walad, kepada kicknews.today.

Tak hanya pemerintah, unsur swasta yang juga mengerti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan yang hadir pada pertemuan persiapan acara itu. Sangat antusias ingin ikut membantu. Perwakilan managemen oleh-oleh Sasaku Lindawati, memastikan tidak akan menutup mata terhadap kreatifitas dan kepedulian mereka ini.

“Kami akan berikan dukungan maksimal. Karena kami faham pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. NTB ini daerah pariwisata, jadi kelestarian alam itu prioritas utama,” kata wanita yang akrab disapa Linda ini.

Tak mau ketinggalan para aktifis lingkungan lain yang juga telah lama berkiprah di Kota Mataram, diantaranya Ketua Komunitas Ibra yang juga mengemban tugas sebagai Bendahara Komunitas Forkoment, mewakili komunitas juga telah memberi dukungan sepenuh hati.

“Mereka melibatkan para seniman dari seluruh Indonesia sebagai mentor pagelaran seninya. Mereka saja peduli dengan wilayah kita, kami tentunya tidak mau kalah.” Tegas Ketua Komunitas Ibra, Baiq Indraningsih menjelaskan salah satu alasan keterlibatanya dalam kegiatan ini. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat