in

Karut-Marut PSSI NTB, Pesepak Bola Geruduk Kantor Dewan Udayana

Perakilan Forum Peduli Sepak Bola diterima Dewan Udayana
Perakilan Forum Peduli Sepak Bola diterima Dewan Udayana

 

kicknews.today Mataram – Pesepak Bola yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Sepak Bola datang ke Kantor DPRD NTB untuk mempertanyakan legal standing Executive Comite (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Karena dinilai keberadaan para pemangku sepak bola di dalam tubuh pengurus PSSI dianggap tidak jelas.

Hal itu dikatakan mereka, karena masa kerja pengurus sudah berakhir sejak 2016 dan belum ada keputusan lanjutannya.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”3705″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

“Ini yang menyebabkan pesepak bola kita hilang kepercayaan karena carut-marutnya kepengurusan PSSI NTB,” ungkap Hamzan Wadi alias Amaq Bundu, selaku koodinator hearing di DPRD NTB, Selasa (14/2).

Pada kesempatan itu, ia meminta kepada Komisi V, Dinas Pemuda Olahraga, KONI agar mengambil sikap dengan segera mengumpulkan komite olahraga dan menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Pengurus PSSI NTB. Terlebih orang-orang yang masuk Exco ini merupakan oknum anggota DPRD NTB saja.

Dia mengaku, saat ini tidak ada lembaga tempat bernaung pesepak bola di NTB. Hal ini membuat pesepak bola hilang semangat sebagai dampaknya. Jadi dianggap wajar kalau ketika setiap event atau turnamen tidak memberikan hasil baik.

“Ada lembaga tapi seolah-olah tidak ada karena terkesan tak mau tahu,” paparnya.

Sementara, Ketua DPRD NTB, Hj Isvie Rupaeda yang menerima perwakilan pesepak bola berjanji akan koordinasi dulu dan semua ini tugas KONI sehingga harus diselesaikan kemelut PSSI ini.

“Jangan dibiarkan semakin rumit, segera tuntaskan. Kasian dengan pesepak bola kita,” kata dia.

Disatu sisi, Wakil Ketua Komisi V, HMNS Kasdiono justru akan langsung melangkah ke PSSI Pusat untuk menelusuri apa penyebab sehingga terjadi kemelut pengurus di NTB. Apakah sulit ditingkat pusat atau memang di NTB.

“Saya akan ke Kemenpora dan ketemu PSSI Pusat. Apapun hasilnya, pasti disampaikan,” ujar mantan ketua KONI NTB.

Lain halnya dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Hj Husnandiyati Nurdin. Ia justru siapkan langkah perkuat diri, soal penanganan kepengurusan PSSI akan dituntaskan.

“Pemain silahkan semangat majukan olahraga. Kami akan kumpulkan pihak-pihak terkait tuntaskan kemelut ini, bila perlu Musdalub,” janjinya.

Selaku Ketua KONI NTB, Andi Hadiyanto malah meminta data baik massa berlaku kepengurusan PSSI NTB sebelum tanggal 21, untuk disampaikan ke pusat.

“KONI tidak bisa intervensi ke PSSI, hanya memfasilitasi. Soal minta rekomendasi KONI sudah saya tanda tangan,” pungkasnya.(prm)