Ini Gawat….Rantai Curanmor di Mataram Diduga Pelakunya Rekrutan Residivis

Polres Mataram gelar ekspos hasil Operasi Jaran Gatarin 2017 di Mapolres Mataram, Senin (13/2)

 

kicknews.today Mataram – Hasil Operasi Jaran Gatarin 2017 Polres Mataram berhasil meringkus 24 pelaku kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (Curas). Sedikitnya terdapat delapan pelaku Curanmor dan 16 pelaku Curat yang berhasil diringkus.

Dari seluruh pelaku, sebagian besar merupakan pemain baru dalam dunia kriminal di Kota Mataram. Tidak terputusnya rantai kejahatan 3C (Curas, Curat, Curanmor), ditengarai dengan pengungkapan pelaku kejahatan 3C yang kian besar dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”6367″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Data Polres Mataram pada tahun 2016, berhasil meringkus tiga pelaku yang menjadi target operasi (TO) dan 13 pelaku yang bukan merupakan TO. Sementara di tahun 2017, berhasil menangkap empat pelaku yang menjadi TO, dan 20 pelaku bukan TO.

Naiknya jumlah pelaku yang ditangkap memiliki indikasi dengan tidak terputusnya rantai kejahatan 3C. Gawatnya,  penyebabnya diduga kuat karena proses perekrutan pelaku kriminal oleh pemain lama atau dikenal dengan residivis.

Residivis yang kerap berpetualang dalam dunia hitam kriminal, melakukan perekrutan pelaku lainnya. Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto juga mengindikasikan hal serupa. Menurutnya, maraknya pelaku kejahatan 3C tidak terlepas dari peran residivis dalam melakukan perekrutan.

“Pelaku ini adalah campuran. Ada residivis dan ada pemain baru. Biasanya residivis ngasi pelajaran kepada pemain-pemain baru itu,” jelasnya saat ditemui di Mapolres Mataram, Senin (13/2).

Salah satu contoh adalah terduga Curanmor berinisial M (42). Meskipun telah berusia paruh baya, M merupakan pemain baru dalam dunia kriminal. M melancarkan aksinya di Mataram pada Desember 2016 lalu. Ia berhasil ditangkap petugas setelah tiga bulan menjadi buronan. Ia ditangkap di wilayah Mujur, Lombok Tengah.

AKBP Heri juga menambahkan, masing-masing pelaku memiliki sindikat dengan tugas masing-masing. Ada pelaku yang bertugas untuk memantau target korbannya. Ada juga pelaku yang menjadi pemetik, atau eksekutor kasus Curanmor tersebut.

“Ada sindikat-sindikat yang bertugas melihat kelengahan dari masyarakat dan juga petugas,” jelasnya.

Beberapa wilayah yang kerap menjadi sasaran pelaku melancarkan aksinya yaitu Mataram, Cakranegara dan Pagutan. Sehingga menjadi atensi Polres Mataram dan masing-masing Polsek jajaran untuk menekan angka kejahatan 3C.

Meskipun pihak kepolisian berhasil menekan angka kejahatan 3C, namun peran masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dengan aksi kejahatan tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kendaraannya dengan aman.(zr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat