Bangunan Melanggar di Trawangan Diberikan Pilihan : Mau Bongkar Sendiri atau Dirobohokan Pemda

Wakil Bupati Sarifudin saat meninjau sejumlah bangunan di Gili Trawangan

 

kicknews.today Lombok Utara – Pengusaha di Gili Trawangan, Lombok Utara diberi batas waktu 10 hari lagi membongkar bangunan mereka sendiri yang melanggar sempadan pantai. Bahkan, guna memastikan kesiapan itu Wakil Bupati KLU, Sarifudin meninjau langsung ke lokasi, Senin (13/2).

Pemda menetapkan batas waktu pembongkaran pada 24 Februari mendatang. Sekitar 400 personil akan dikerahkan. Hanya saja, dalam pantauan Sarifudin masih ada saja pengusaha yang terkesan ogah-ogahan.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”829″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

‘’Saya ingin tegaskan bahwa kita tidak akan merubah rencana, untuk pengusaha yang belum bersedia meruntuhkan bangunannya sendiri, maka kita akan langsung robohkan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penertiban ini merupakan rangkaian guna menata kawasan tiga Gili. Oleh sebab itu, jika ada pengusaha yang keberatan dan hendak menuntut Pemda, maka pihaknya siap menghadapi.

‘’Berbicara kerugian, itu mereka tanggung sendiri sebab sejak lama aturan ini tidak diindahkan mereka,” tegasnya.

Dalam peninjauan itu, sedikitnya terdapat enam bangunan yang disambangi. Ia menemui manajemen perusahaan untuk mendengar keluh kesah mereka secara langsung, serta alasan belum membongkar semua bangunan.

Sejumlah pengusaha yang didatangi, yaitu Manajemen Aston Gili Trawangan, Blue Beach, X-Tiq, Skywalk, Q-Ti, Sama-sama Bar dan Budha Dive. Dihadapan pemilik Sarif menegaskan tetap akan menjalankan aturan yang sudah ditetapkan pemda Lombok Utara.

‘’Saya sendiri sudah face to face bertemu langsung dengan pemilik maupun manajemen mereka. Kami berusaha menjelaskan juga kepada mereka tujuan penertiban ini. Yang jelas tidak ada penambahan waktu,” jelasnya.

‘’Kita akui juga memang bahwa ini bagian dari kelalaian Pemerintah. Sehingga, komitmen aturan yang akan dijalankan tidak pernah terlaksana hingga sekarang, bahkan tidak sedikit bangunan yang dulunya di police line sudah beroperasi lagi,” tandasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat