Warga dan Wisatawan Gili Meno Bersihkan Sampah. Kemana Pemda KLU…?

Kegiatan “Gili Meno Sunday Clean Up”

 

kicknews.today Lombok Utara – Ada hal menarik yang dilakukan warga maupun wisatawan di Gili Meno, Lombok Utara. Setiap akhir pekan mereka selalu berbondong-bondong kumpul untuk membersihkan sampah. Hal ini dilakukan supaya kawasan pariwisata disana tetap bersih dan indah.

Kendati demikian, meskipun hingga ratusan orang mulai anak-anak sampai orang tua, bahkan wisatawan yang ikut dalam aksi bertajuk “Gili Meno Sunday Clean Up” ini, tetapi tidak pernah satupun dari pihak Pemda KLU yang turut hadir. Wajar saja, bentuk intervensi mengenai sampah di pulau itu nyaris tidak ada.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7184″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

‘’Kita lakukan Sunday Cleaning setiap hari minggu sore, semua kita ajak bersama tetapi tidak satu pun staf atau orang-orang Pemda kita sendiri yang ikut,” ujar salah seorang warga Dusun Gili Meno, Salman Alfaruzi Ali, Senin (13/2).

Menurutnya, program ini sudah berjalan hampir satu tahun. Respon wisatawan asing yang turut aksi pun sangat positif. Berjalan kaki membawa karung keliling pulau, clean up ini bisa mengumpulkan sampah hingga satu ton.

‘’Mereka senang dan antusias sekali. Kadang kita bisa kumpulkan 300 sampai 500 kg sampah. Kalau musim hujan begini, itu tambah banyak lagi tercatat hampir satu ton,” jelasnya.

‘’Kami harap supaya pemerintah ini bisa lebih memperhatikan, jangan hanya Trawangan tok. Pemda, ya jangankan minta pungut sampah minta sumbangan bak sampah saja tidak pernah dikasi,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gili Indah, H. Taufik mengatakan, persoalan sampah di Gili Meno selalu diatasi sendiri. Ia mengapresiasi seluruh masyarakat dan wisatawan yang selalu intens melakukan aksi bersih sampah disana.

‘’Kita kerjakan apa yang bisa saja, karena kita mau berlebihan (kelola sampah) tentu butuh biaya. Sementara darimana kita mau dapat uang. Tapi saya sangat apresiasi saudara-saudara yang telah banyak membantu kita meminimilasir sampah di Gili Meno,” katanya.

Ditanya terkait Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk sampah, maupun upaya Pemda mengangkut sampah ke darat, Taufik menanggapi sinis.

‘’Jangankan ada, bayangan saja tidak kelihatan,” selorohnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat