Pasutri Pegawai Pemda Loteng Diciduk Saat Edarkan Upal

Pelaku Upal ESF saat di BAP Satreskrim Polsekta Praya

 

kicknews.today Lombok Tengah – Menjadi pegawai pemerintah dan digaji negara tak menjamin berkecukupan. Pasangan suami istri (Pasutri)  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Lombok Tengah ini misalnya.  Keduanya nekad edarkan uang palsu (upal).

Adalah ESF  (30), perempuan asal jalan Taman Arum Perumnas Praya. Ia dibekuk aparat  Polres Loteng bersama suaminya inisial NM (34).

Kedua oknum ASN Lombok Tengah itu diamankan aparat Reskrim Polsek Praya hari minggu (12/2) pukul 17.20 wita di Kios milik Soraya, Kampung Tengari, Praya. Mereka saat itu sedang mengedarkan uang palsu.

“Kami langsung bekuk kedua ASN itu, saat edarkan Upal kepada korban Andi Lesmana  warga kampung Tengari, Praya,” ungkap Kapolres Loteng melalui Kasat Reskrim, AKP Arjuna Wijaya, Senin (13/2).

Dia mengatakan, saat kedua pelaku transaksi Upal, diketahui saksi  Rohmawati (35) warga kampung Tengari.

Kronologis kejadian, saat itu korban menginformasikan kepada Kanit Intel Polsek Praya, sudah dua kali didatangi sepasang pelaku ini untuk meminta bantuan trasfer uang.

Transfer pertama oleh pelaku tanggal 8 Februari 2016 sebesar Rp 10 juta, alasan dikirim ke saudaranya pelaku.

Sehari kemudian pelaku kembali transfer sebesar Rp 500 ribu kepada inisial S dan sebesar Rp 500 keinisial BPS. Ditransaksi pertama dan kedua, dia mendapati pengganti uangnya itu delapan lembar pecahan 100 ribu palsu.

Tidak hanya itu,  hari Minggu tanggal 12 Februari 2017 sekitar pukul 17.00 wita pelaku datang temui korban untuk melakukan transfer uang sebanyak Rp 300 ribu dan korban menemukan uang kertas palsu pecahan Rp. 100 ribu sebanyak dua lembar.

Saat itu korban menghubungi Kanit Intel Polsek Praya. Mendapat informasi itu, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap ESF dan ditemukan uang kertas palsu pecahan Rp 100 sebanyak 16 lembar di dalam tas milik pelaku.

Sedangkan NM ditemukan uang kertas palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak dua lembar.

Atas kejadian tersebut kedua pelaku diamankan di Polsek Praya.

Arjuna menambahkan,  terhadap pelaku, dikenakan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.(prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat