AKBP Lenap Dikenal Sebagai Mediator Bagi Warga

Keluarga korban mendatangi RS Bhayangkara untuk melihat korban, Sabtu (11/2)

 

kicknews.today (Mataram) – Seorang Polisi berpangkat AKBP meninggal akibat diterjang banjir di Dusun Pedamekan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Korban adalah AKBP Lenap, yang bertugas sebagai tenaga pengajar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTB di Desa Belanting.

AKBP Lenap dikenal sebagi sosok yang kerap menjadi mediator, saat warga menghadapi masalah. Ia selalu mau menampung keluh kesah warga dan mencarikan jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. Paman almarhum, H. Sane menuturkan bahwa almarhum dikenang masyarakat sebagai sosok pemecah masalah warga.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”2644″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

“Kalau ada warga yang bermasalah dengan tanah (sengketa tanah), mereka datang ke almarhum. Nanti almarhum yang membantu berikan solusi. Almarhum juga sosok yang disenangi anak-anak. Sering mendengar pembicaraan anak-anak,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Polda NTB.

Tidak hanya oleh warga, korban juga dikagumi oleh siswa didiknya di SPN Belanting. Korban diketahui merupakan guru yang ramah terhadap siswanya.

“Beliau orang yang tidak pernah marah. Ramah sekali sama muridnya,” tutur salah seorang Anggota Polisi yang tidak menyebutkan namanya.

Jenazah dimakamkan hari ini di tempat orang tuanya di Dusun Lemuh, Desa Sengkol, Lombok Tengah. Terpantau di RS Bhayangkara, puluhan keluarga korban terus berdatangan untuk bisa melihat langsung jenazah korban di ruang otopsi. Suasana berduka tampak menyelimuti keluarga yang ditinggalkan.

Sebelumnya Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Umar Septono juga datang untuk melihat langsung jenazah korban. Kapolda NTB sangat mengapresiasi sosok AKBP Lenap yang dikenal sebagai pengabdi masyarakat.

“Korban bertugas mengevakuasi warga yang terkena banjir, dan membawa warga ke tempat yang aman,” ungkap Kapolda.

Meninggalnya AKBP Lenap diketahui bermula saat korban melintas di jalan Dusun Pademekan sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, Sabtu (11/2). Disekitar tebing tiba-tiba banjir bah datang menghempas korban yang saat itu menggunakan mobil. Korban terseret arus banjir sejauh tiga kilometer. Korban ditemukan warga sekitar pukul 06.00 Wita dalam kondisi tidak bernyawa.(szr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat