Waduh…Pemda KLU Segera Tempatkan Truk Sampah di Gili Trawangan

Suasana di Gili Trawangan belum lama ini

 

kicknews.today Lombok Utara – Gili Trawangan dikenal sebagai destinasi wisata bebas polusi lantaran tidak ada kendaraan bermotor. Kini tradisi itu akan segera hilang. Sebab Pemkab Lombok Utara berencana menempatkan sebuah truck pengangkut sampah. Hal ini guna mengatasi persoalan kebersihan di pulau tersebut.

‘’Dalam waktu dekat pemerintah akan mengirim kendaraan pengangkutan sampah kesana,” ujar Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar belum lama ini.

BACA JUGA:

Menurutnya, persoalan sampah di Trawangan sangat emergency, oleh karena itu kendaraan bisa dimasukkan kesana. Sebelumnya,  peraturan tidak boleh adanya kendaraan masuk merupakan lisan saja dan tak tertulis.

‘’Aturan ini tidak tertulis tetapi dijalankan terus sampai sekarang. Sedangkan rencana pengiriman kendaraan bermotor ke Gili Trawangan dilakukan karena persoalan sampah disana sudah emergency. Per hari sampah yang dihasilkan disana sudah mencapai 18 ton,” jelas Najmul.

Volume sampah di Trawangan saat ini jumlahnya sudah melebihi estimasi yang ada, angkutan cidomo sudah dianggap tidak representatif lagi.

‘’Kita turunkan kendaraan bermotor tetapi dengan keputusan bupati. Kendaraan bermotor yang diperbolehkan hanya kendaraan ini saja, tidak boleh ada kendaraan untuk kepentingan lain,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, I Ketut Masa yang dikonfirmasi membenarkan rencana pengadaan truk untuk pengangkutan sampah di Gili Trawangan ini.

‘’Benar rencananya kendaraan jenis L300. Kita tengah melakukan sejumlah kajian, melakukan sosialisasi dan membuat regulasi setingkat Perbup agar rencana pengadaan kendaraan bermotor bisa terlaksana,” katanya.

Selain kendaraan jenis L300, pihaknya juga akan menempatkan kendaraan pengangkut sampah jenis roda tiga. Ini rencananya akan dipergunakan untuk mengambil sampah ke rumah-rumah warga yang letaknya berada agak dalam.

‘’Jumlah kendaraan pengangkut sampah ini juga akan kita batasi. Ini agar tidak menggangu aktivitas pariwisata serta tidak menimbulkan polusi berlebih. Nanti apakah petugas dari dinas yang bertugas disana atau orang-orang yang ada di Trawangan yang mengurus akan kita rapatkan juga,” pungkasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat