Otak Perampokan Sadis di Pusuk Roboh Dihajar Peluru Polisi

Otak perampokan sadis yang diamankan polisi

 

kicknews.today Mataram – Setelah setahun menjadi DPO Polisi, akhirnya otak pelaku pembunuhan sopir truk pengangkut udang asal Sumbawa berhasil ditangkap. Pelaku diketahui bernama Faturahman alias Pak Hul (45) warga Dusun Jurang Sate, Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Betis kanan pelaku terpaksa dihajar timah panas dari senpi aparat, karena berusaha melawan saat akan diciduk.

Pelaku yang sudah cukup lama menjadi DPO ini diakui sering berpindah-pindah tempat sehingga Polisi mengalami kesulitan untuk menangkapnya.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1316″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Menurut Keterangan Kasubdit III Jatanras Diskrimum Polda NTB AKBP Kholilur Rochman, Pelaku merupakan otak dari perampokan dan pembunuhan sopir pengangkut udang yang mayatnya dibuang di Taman Wisata Pusuk.

“Pelaku merupakan otak dari pembunuhan. Empat rekan pelaku telah diamankan di Polres Lobar, ini adalah pelaku terakhir yang kita amankan,” ungkap AKBP Kholilur Rochman, Rabu (8/2) saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain itu AKBP Rochman juga menjelaskan modus yang digunakan pelaku saat akan merampok truk pengangkut udang tersebut, dimana pelaku bersama dua rekannya mengikuti truk tersebut dari Sumbawa menggunakan sepeda motor.

“Pelaku bersama empat rekannya mengikuti dari Sumbawa, setelah itu dua rekan pelaku yang di dalam truk menodongkan senjata kepada sopir dan kernet truk. Kemudian pelaku bersama tiga rekannya yang menggunakan sepeda motor menganiaya dengan cara memukul sopir truk dan kernetnya,” ungkap Kholilur Rochman.

Pelaku diamankan di Jalan Raya Lintas Mantang, Lombok Tengah. Saat akan diamankan pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga dengan terpaksa polisi melumpuhkannya dengan timah panas yang diarahkan ke betis sebelah kanan pelaku. Pelaku pun roboh, kemudian diamankan ke Mapolda NTB.

“Pada saat kita amankan pelaku sempat melawan, sehingga anggota melepaskan tembakan untuk melumpuhakan pelaku,” kata Rochman.

Dari pengakuan pelaku sendiri, selama pelarian ia selalu berpindah-pindah tempat. Uang hasil rampokannya digunkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Hasil penjualan udang itu, saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan. Saya belum sempat membagi hasil rampokan itu, karena teman-teman saya sudah ditangkap Polisi,” ungkap pelaku Faturahman.

Sebelumnya, empat rekan pelaku telah ditangkap oleh Polres Lobar saat akan melarikan diri ke daerah Bali. Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbutanya dan akan menginap di jeruji besi. Pelaku akan dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(mh)

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat