Cuaca Buruk, Nelayan Lombok Timur Hilang Diterjang Ombak Ganas

Anggota Polair Polda NTB saat melakukan pencarian terhadap korban

 

kicknews.today Lombok Timur – Seorang nelayan asal Tanjung Luar Lombok Timur, dilaporkan hilang di tengah laut saat akan berangkat mencari ikan. Muhammad Syafi’i (40) warga Dusun Warak Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Lotim tersebut, hilang terseret arus. Setelah sampan yang dipakainya pecah dihantam gelombang laut.

Dir Polair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmad Adikusumo melalui Kasatrolda Dit Polair Polda NTB AKBP Dewa Wijaya, membenarkan kejadian itu. Selasa (7/2), anggotanya menerima laporan tentang hilangnya korban dari rekannya yang berada disekitar lokasi saat kejadian.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”952″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

 

“Sekitar pukul 05.30 wita (7/2), korban dilaporkan berangkat melaut bersama 30 orang temannya. Mereka berangkat dari pantai kampung bugis Dusun Pulur Desa Labuan Pandan, untuk menangkap ikan tongkol,” Papar Dewa kepada kicknews.today saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, (7/2).

Ditambahkannya, menurut keterangan saksi Mawardi (34) warga Sambelia, dan Anwar (30) warga Keruak. Sekitar pukul 06.30 wita, mereka telah sampai di perairan ujung Gili Sulat. Sekitar 4 km dari pinggir pantai. Karena Ombak besar dan angin kencang, semua berputar arah dan merapat ke Gili Sulat. Hanya korban saja yang telah berada di luar wilayah perairan Gili tersebut.

“Menurut saksi Anwar, ombak menghantam perahu korban yang berukuran kecil dan terbuat dari fiber. Akibat hantaman ombak tersebut, sampan korban patah dan korban dilihat hanyut terbawa arus yang kencang. Setelah itu korban menghilang,” Tambah Dewa.

Rekan-rekan korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas dan Pos Polair Kayangan. Petugas segera turun untuk melakukan pencarian terhadap korban, disekitar lokasi kejadian. Hingga menjelang malam, korban belum ditemukan.

“Pencarian tidak bisa dilanjutkan karena cuacanya sangat tidak bersahabat karena hujan disertai angin kencang. Besok jam 7 pagi kita lanjutkan. Tadi magrib saya perintahkan dihentikan dulu.” Pungkasnya. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat