Pengusaha Oleh-Oleh Khas Lombok di Ampenan Nyambi Jadi Kurir Narkoba Ditangkap

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra menunjukkan barang bukti sabu

 

kicknews.today Mataram, – Seorang pengusaha “oleh-oleh” khas Lombok berinisial ID (27), warga Lingkungan Tinggar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, ditangkap pihak kepolisian karena diduga terlibat kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

“Dia ini seorang pengusaha oleh-oleh khas Lombok yang juga nyambi jadi kurir narkoba. Perannya sebagai kurir sudah digelutinya selama dua tahun,” kata Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra di Mataram, Senin (6/2).

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”2834″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Komang Satra mengatakan, hal itu berdasarkan pengakuan ID saat menjalani pemeriksaan penyidik. ID menjalani proses pemeriksaan setelah sebelumnya diamankan pada Jumat (3/2) lalu, oleh Tim Operasional Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB.

“Jadi yang bersangkutan kami amankan di rumahnya beserta barang bukti yang diduga narkoba,” ujarnya.

Namun barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang ditemukan hanya berjumlah 0,77 gram. Barang bukti narkoba yang ditemukan polisi di dalam kamar adalah sisa dari yang sudah dijual maupun di konsumsinya.

Selain narkoba, anggota juga turut mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan peran ID sebagai pengedar, antara lain, timbangan digital, sejumlah klip plastik bening yang diduga digunakan untuk membungkus sabu-sabu, telepon genggam pribadinya maupun uang tunai Rp2 juta lebih yang diduga hasil penjualan.

Setelah melakukan pendalaman, diperoleh hasil yang menyatakan bahwa barang haram tersebut didapat dari seorang pria berinisial AL. Identitas AL dikatakannya telah teridentifikasi dan kini masih dilakukan penyelidikan lapangan.

“Dari hasil penyidikan, perannya ID ini memang kurir. Sabu yang dia edarkan didapat dari bos-nya (AL). Jadi setiap ada pembeli, dia telepon AL, setelah dapat barang, langsung antarkan ke pembeli,” katanya.

ID yang sudah lama menjadi incaran BNN dan kepolisian ini disangkakan melanggar Pasal 112, Pasal 114 dan Pasal 127 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Dalam aturannya, yang bersangkutan terancam pidana paling singkat lima tahun penjara.

“Berdasarkan pemeriksaan mendalam, urinenya positif dan serbuk kristal putih yang ditemukan dari dalam kamarnya adalah sabu-sabu. Untuk itu yang bersangkutan disangkakan pasal pengedar dan pengguna,” kata Komang Satra. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat