Begini Keluhan Warga Soal Genangan dan Sampah di Trawangan

Genangan air yang merendah jalanan di Gili Trawangan

 

kicknews.today Lombok Utara – Sejumlah warga di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara sudah lama mengeluhkan persoalan tidak adanya selokan di destinasi wisata tersebut. Terlebih lagi, hujan selama dua hari berturut-turut membuat permukaan jalan tergenang.

Salah seorang karyawan bungalow, Andre Jakamala menuturkan, jalanan di Trawangan khususnya yang ada di dalam tergenang air. Ditambah infrastruktur yang kurang memadai membuat kesan tak enak di pandang mata.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7174″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

‘’Ini memang jalannya banyak yang rusak, apalagi hujan turun terus sudah dua hari. Jadinya ya bisa dilihat sendiri,” ujarnya kepada kicknews.today, Sabtu (4/2).

‘’Memang harus ada kenapa pemda tidak bangun saja, ini justru sibuk bongkarin bangunan,” kritik dia.

Sementara itu, Inaq Rainah salah seorang pedagang mengaku justru mengeluhkan terkait persoalan sampah. Sebab, belakangan ini kinerja kebersihan di dusun dianggap kurang maksimal.

‘’Ngak tahu ini sudah sore begini sampah itu tu masih belum juga diangkat, padahal kemarin-kemarin tetap jalan,” tuturnya.

‘’Mungkin gara-gara ada yang kemarin (Penangkapan tiga oknum dugaan pungli kebersihan) itu ya jadi begini,” selorohnya.

Beberapa keluhan tidak hanya muncul dari kalangan warga di Trawangan saja, melainkan salah seorang wisatawan asal Kota Mataram, Juli Kurniawan juga menyampaikan hal serupa.

‘’Dari tadi saya lihat tong sampah itu masih penuh apa nggak diurus atau bagaimana, di jalanan pun banyak genangan air jadi kurang nyaman sih,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gili Indah yang dikonfirmasi mengakui jika persoalan selokan dan sampah ini klasik. Terlebih dengan adanya OTT Saber Pungli belum lama ini juga berimbas pada pariwisata Gili Trawangan.

‘’Tidak dapat dipungkiri OTT berdampak pada pariwisata juga, karena kami kelimpungan sekarang untuk mengelola sampah yang anggarannya pun belum jelas. Kalau terkait selokan, pada tahun 2014-2015 lalu kami telah membuat beberapa titik lumbang serapan dan pemerintah daerah juga sudah ada dibuatkan, saya kira masih jalan,” tandasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat