Jadilah yang Pertama Tau

Teorema Limit Fungsi Dalam Mengukur Cinta

Ilustrasi

 

kicknews.today Mataram – Entah karena kebodohan atau karena memang cinta yang selalu penuh dengan misteri di dalamnya. Sampai saat ini terkadang kita tak pernah bisa menjelaskan apa arti cinta kepada kepada orang yang kita cintai. Tapi asal diketahui, bahwa kita akan selalu terus mencoba mencari, menggali dan menemukan arti dari cinta itu sendiri yang selanjutnya akan menjelaskan sebenarnya apa cinta itu menurut logika kita.

Saat ada pertanyaan tentang apa itu cinta, terbersit keinginan kita untuk mengatakan bahwa cinta itu adalah sebuah rasa dengan proses perkembangan vegetatif yang ada di dalam hati. Anda tahu kan, bahwa perkembangbiakan vegetatif tak membutuhkan pasangan untuk bisa terus ber-reproduksi, memperbanyak diri dan terus bersemi. Begitu juga dengan cinta, dan cinta akan terus ber-reproduksi secara vegetatif dalam hati.

Saat muncul pertanyaan tentang seberapa luas cinta yang kita miliki? Kita tak bisa menjawabnya dengan teori matematika. Bahkan saat kita mencoba untuk menghitung seberapa luas cinta kita terhadap orang yang kita cintai dengan rumus sederhana ini:

p x l = L  atau  s x s = L

Atau dengan rumus lainnya yang lebih ampuh untuk menghitung luas jagat raya yang menurut sebuah sumber Luas jagad raya adalah lebih dari 10 milyar tahun cahaya.

Tetapi cinta yang kita miliki terhadap seseorang tak pernah terhitung luasnya, karena bagian sisi sisi hati tak terukur dan tak bernilai sehingga kita tak bisa menemukan seberapa luas cinta kita yang bersemayam dalam hati.

Begitu juga saat kita bertanya tentang seberapa dalam cinta kita. Kitapun tak bisa menjelaskannya, bahkan sampai dengan metode gema suara dalam fisika seperti menggunakan rumus:

X = t x v

Kita tidak bisa menjelaskan seberapa dalam cinta kita dengan metode tersebut, karena untuk bisa mencari nilai X ‘kedalaman laut’ (anggap saja X adalah lambang kedalaman cinta) membutuhkan t ‘waktu’ dan v ‘cepat rambat suara’, sementara cinta tak berbatas waktu. Jadi, mana mungkin kita bisa menghitung seberapa dalam cinta kita, sedangkan salah satu variabel ‘t’ dalam metode tersebut nilainya tak terbatas waktu.

Yach…seperti itulah cinta yang kita miliki. Kita tidak bisa menjelaskan secara sempurna, akan tetapi setidaknya kita bisa menjawab dengan jawaban yang kita rasa paling konyol tentang cinta. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa jika cinta terus berkembangbiak tanpa ada batasan nilai dalam sisi-sisi hati dan tanpa adanya batasan waktu.

Coba bayangkan, seberapa besarkah cinta kita? Seberapa luaskah cinta yang kita persembahkan? Seberapa dalamkah cinta yang kita berikan kepada orang yang kita cintai? Dan, seberapa lamakah kita akan mencintainya?

Tentunya, untuk bisa menemukan jawaban atas itu semua kita harus menerapkan teori limit fungsi dengan jawaban yang paling tepat yakni ( ∞ ) tak hingga.

Semoga ini bisa membuat orang yang kita cintai mengerti akan cinta yang kita miliki kepadanya.

Mencintai adalah lebih dari sekedar logika, mencintai adalah lebih dari sekedar teorema, bahkan mencintai adalah lebih dari segala-galanya.

Karena cinta itu bukanlah itu semua, tapi cinta itu adalah tentang sebuah rasa, rasa yang ingin untuk selalu bersama dalam suka dan duka selamanya sampai batas waktu dunia dan bahkan batas waktu yang tak terhingga di akhirat kelak. (mta)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat