Soal OTT di Trawangan – Bupati KLU : Sudah ada Kesepakatan Soal Pungutan

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar

 

kicknews.today Lombok Utara – Pada Kamis (2/2) kemarin sekitar pukul 14.00 wita tim Saber Pungli Pemprov. NTB melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga oknum yang diduga melakukan pungli di kawasan Gili Trawangan. Mereka adalah H, FM, dan MS.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar pun menyerahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum. Sebab, ia pun belum mengetahui pasti persoalan yang terjadi sehingga mereka ditangkap.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7174″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

“Ini kan kita belum tahu sebabnya, yang jelas pasti ada pertimbangan-pertimbangan dari Saber Pungli Provinsi,” ujarnya, Jumat (3/2).

Diketahui, ketiga terduga pelaku mempunyai peranan masing-masing dalam aksi tersebut. Yaitu dua orang sebagai pengumpul uang dan satu orang lainnya sebagai Bendahara Dusun.

Mereka berdalih uang itu akan digunakan sebagai anggaran Security Island, iuran kebersihan, dan operasional yang sejatinya berdasarkan perintah Kepala Dusun setempat.

“Mengingat yang kena OTT adalah kawan-kawan kita yang mengurusi kebersihan (sampah), maka tadi saya sudah kirim Camat dan Kepala Dinas Kebersihan LH kesana untuk mengambil langkah cepat,” jelasnya.

“Saya tidak ingin gara-gara OTT ini persoalan sampah kita menjadi besar, yang jelas Pemda segera ambil alih,” sambungnya.

Menurutnya, persoalan peraturan daerah guna penanganan sampah akan segera dibuat. Kendati demikian kata Najmul, bukan berarti pungutan yang di Trawangan tidak ada aturan yang jelas, karena sudah ada kesepatakan dari pihak-pihak terkait.

“Oh iya harus ada, Perda-nya sekarang ini berlaku sesuai kesepakatan ada di desa yang tangani, bukan tidak ada peraturan sama sekali, kesepakatan ada tetapi kasus ini sepenuhnya kita serahkan ke aparat penegak hukum,” katanya.

“Saber pungli tidak dibentuk hanya sekadar ada saja. Kami pun punya di KLU, intel-intel kami sudah menyebar kemana-mana, jadi jika ada yang melakukan pungutan di pelayanan, siap-siap akan ditangkap,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Gili Indah, H. Taufik mengatakan pihaknya sudah menyampaikan ke Bupati terkait penanganan sampah. Manakala hal yang dilakukan di Trawangan dinilai salah, maka ia berhenti mengurus dan menyerahkan sepenuhnya pada Pemda.

“Ini bukan kemauan kita, awalnya permintaan dari pengusaha termasuk salah satunya masalah keamanan, karena dulu sering ada pencurian,” ungkapnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat