Polda NTB Libatkan Ahli Bahasa dan Ahli Pidana Usut Kasus “Rumah Al-Qur’an”

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti bersama Direskrimum Polda NTB Kombes Pol Suryo Saputro saat memberikan keterangan pers diruang CBT Polda NTB

 

kicknews.today Mataram – Dugaan aktivitas sesat yang dilakukan oleh SA, pemilik Rumah Al-Qur’an terus didalami Polda NTB. Dalam pembuktian dugaan sesat yang diajarkan SA dalam menyebarkan pemahaman ajarannya akan dilibatkan ahli.

Menurut Keterangan Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Suryo Saputro, SIK. Polda NTB dalam menangani kasus ini sangat berhati hati, karena kasus ini dianggap cukup sensitif.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1581″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Saat ini Polda NTB belum meningkatkan satus SA karena pihak Polda NTB masih menunggu pemeriksaan dari ahli bahasa dan ahli pidana dari Universitas Mataram.

“Kita berhati-hati dalam menangani kasus ini, agar tidak salah dalam penerepan pasal. Kita telah melakukan kordinasi dengan ahli bahasa dan ahli pidana. Setelah itu, baru akan melakukan gelar perkara,” ungkap AKBP Suryo Saputro saat memberikan konferensi pers di ruang CBT Polda NTB, Kamis (2/2).

Saat ini, Polda NTB masih belum bisa menyimpulkan apakah ibu SA melakukan penyimpangan atau penodaan agama, karena Polda NTB belum melakukan gelar perkara. Namun menurut pengadu dalam hal ini Majelis Ulama Indonesa Provinsi NTB, SA telah melakukan penyimpangan ajaran.

“MUI telah kami mintai keterangan, dalam keterangan SA terinidikasi melakukan penyimpangan ajaran. Dia hanya berpegang pada Al Qur’an saja, namun tidak menggunakan Hadist,” lanjut Suryo Saputro.

Ada beberapa orang yang telah dimintai keterangan dalam kasus ini, diantaranya pihak MUI sebagai pengadu, beberapa murid, termasuk lurah setempat.

Polda NTB akan melakukan gelar perkara kasus ini pada hari Senin depan setelah mendapat keterangan dari ahli bahasa dan pidana.

“Kita akan tingkatkan statusnya setelah melakukan gelar perkara Senin depan, kita menunggu dulu keterangan ahli dahulu. Senin depan baru bisa kita datangkan ke sini,” tutup Suryo Saputro.(mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat