Ribuan Kendaraan Berplat Luar Tak Beri Kontribusi, Pemprov NTB Data dan Segera Tertibkan

Salah satu mini Bus Pariwisata saat melintas di jalur Puyung-Mataram

kicknews.today Mataram – Tidak bisa dihindari, disetiap daerah pasti saja ada saja kendaraan berplat luar yang beroperasi. Hanya saja di NTB jumlahnya bisa dikatakan cukup banyak, mencapai tiga ribu lebih. Kendaraan-kendaraan itu hanya menikmati fasiltas jalan tanpa memberikan kontribusi bagi daerah.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, H Yusron Hadi, menyampaikan. Data yang dihimpun sementara tercatat sebanyak 3.784 unit kendaraan luar beroperasi di wilayah NTB. Dengan rincian kendaraan luar berplat hitam sebanyak 3.648 unit, kuning 83 unit dan berplat merah 33 unit.

“Jumlah itu, masuk juga Bus Pariwisata. Keberadaannya tidak memberikan kontribusi ke daerah, hanya merusak jalan saja,” ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini Dinas Perhubungan bersama instansi lainya. Masih mendata jumlah Bus pariwisata dan angkutan umum dari luar daerah yang beroperasi di NTB. Begitu juga halnya dengan angkutan umum yang izin angkutan (KIR) habis masa operasinya. Temasuk pajak dan kelayakan kondisi kendaraan.

“Semua itu akan diurus Dishub dan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda),” kata Yusron.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, L Bayu Windiya mengatakan. Bus-bus pariwisata yang datang ke NTB, bersifat insidentil yang memang dibolehkan dalam aturan. Hanya saja, Kalau menetap atau dengan kata lain beroperasi di NTB harus ada izin.

Diakuinya, masih banyak yang belum mengurus izin. Hanya beberapa saja yang terdata telah mengurusnya. Kendati demikian, Dishub sudah menurunkan tim untuk mendata PO luar dan dalam daerah. Hingga sampai dilokasi gudang masing-masing untuk dilakukan pemeriksaan detail, terutama terkait KIR dan izin.

“Mereka ini, ketika ada Opgab, tidak pernah ketemu, mungkin bocor,” katanya.

Bayu mengaku, Dinas tidak lagi menggunakan pola pendekatan. Namun dengan mendatangi hingga ke kantor perwakilan PO itu sendiri.

“Intinya kita tertibakan, tidak gunakan kontek legal atau ilegalnya yang jelas tertibkan,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat