Banjir Terjadi di Banyak Tempat, BPBD NTB Siaga Penuh

Banjir NTB, BPBD NTB siaga
Sebagian wilayah Sekotong, Lombok Barat terendam banjir

kicknews.today Mataram – Hujan lebat yang mengguyur NTB sejak dua hari terakhir, menyebabkan beberapa daerah di NTB dikepung banjir. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), harus ekstra keras melakukan pemantauan, penyelamatan dan evakuasi serta membentuk posko.

Intensitas hujan yang terus meningkat, disebabkan adanya dinamika atmosfer yang menjadikan adanya pusat tekanan rendah di sebelah barat laut Australia mencapai 1.000 hPa. Sementara, di daratan Australia bagian barat, sekitar 1.006 hPa, dan utara 1.003hPa.

Dengan kata lain penyebab utamanya adalah terdapat palung tekanan rendah di selatan NTB. Hal ini menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan angin di sebelah selatan NTB.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD NTB Agung Pramuja mengatakan, tercatat telah terjadi banjir di beberapa daerah di NTB. Tim PB Banjir Sumbawa Barat menyampaikan, telah terjadi banjir di Kabupaten Sumbawa Barat sejak hari selasa pukul 14.00 Wita sampai pagi ini. Akibat banjir tersebut, terutama yang terjadi tadi malam sekitar 02.10 Wita. Beberapa wilayah yang terdampak adalah Kelurahan Bugis dengan 1.328 kepala keluarga (KK) dan 4.838 jiwa harus diungsikan.

Kemudian di Kelurahan Arab Kenangan, sebanyak 798 kepala keluarga, dengan 4.838 jiwa. Di Kelurahan, Kuang terdapat 1.854 kepala keluarga, dengan 6.416 jiwa. Kelurahan Menala 1.882 kepala keluarga dengan 6.554 jiwa pun terpaksa harus diberikan pertolongan.

Kelurahan Sampir sebanyak 1.252 kepala keluarga, dengan 4.266 jiwa. di Kelurahan Dalam terdata 1.216 kepala keluarga dengan 4.477 jiwa. Termasuk Desa Sermong sebanyak 328 kepala keluarga dengan 1.078 jiwa.

Desa Temekan terdata 335 kepala keluarga, dengan 1.107 jiwa. Desa Sapugara Bree 965 kepala keluarga 3.344 jiwa.

“Upaya yang dilakukan sampai saat ini, tim masih memantau kondisi banjir bersama BPBD, POLRI, TNI dan Masyarakat,” ungkapnya, Rabu (01/02).

Dikatakannya, sampai saat ini hujan masih turun, namun intensitas sudah menurun. Ketinggian air saat ini masih bervariasi di semua wilayah, yakni berkisar antara 35 cm – 1 meter.

Agung mengaku, terdapat kendala yang harus dihadapi di wilayah Desa Sapugara yang belum bisa diakses akibat ketinggian air yang masih setinggi kurang lebih 1 meter. Kendati demikian, belum ada korban jiwa dan pengungsian. Namun kebutuhan akan logistik tak dapat dihindari.

Ia meminta kepada Kepala Badan di Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk segera menyampaikan laporan perkembangan sementara, detail kondisi terakhir banjir di wilayah masing-masing. Dan diharapkan segera mendirikan posko bersama SKPD dan penunjukan Komandan Posko.

Kemudian, mengambil langkah strategis untuk melakukan evakuasi dan pertolongan, memperhatikan kebutuhan logistik masyarakat, melakukan rapat koordinasi dengan SKPD Terkait, TNI Polri Basarnas dan Kepala Daerah Setempat.

“Jangan lupa mengamankan Aset Negara dan Masyarakat,” katanya.

Ditegaskannya agar BPBD menjalankan fungsi koordinasi, Komando dan pelaksana. Dan Harus berjalan dengan baik.

Informasi yang diserap kicknews.today, banjir juga terjadi di wilayah Sekotong Lombok Barat. Kemudian Desa Suka Damai, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Dimana sebanyak 200 warga sudah dievakuasi ke pengungsian terutama warga yang berada di bawah waduk

Selain itu dilaporkan juga bahwa, di wilayah Desa Labuhan Tereng, yaitu di Dusun Songkang air telah mencapai ketinggian 50 cm. Di Sekotong Tengah Dusun Telage Lebur, air setinggi 1 meter dan sudah sampai di pemukiman warga. Namun warga masih bertahan di rumah masing-masing. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat