Sebagian Wilayah NTB Dikepung Banjir, Berikut Catatan Lengkap BPBD

Banjir di Lombok Tengah

kicknews.today Mataram – Peristiwa banjir seolah sedang mengintai semua wilayah NTB. Bergilir sejak dua hari terakhir, empat daerah dikepung banjir setelah sebelumnya melanda wilayah Kabupaten Bima dan menerjang seluruh Kota Bima.

Data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), banjir dipicu intensitas hujan tinggi dan luapan air sungai mengakibatkan puluhan ribu kepala keluarga terdampak.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”2038″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Berdasarkan rangkuman pendataan BPBD NTB, banjir menggerus Lombok Tengah, Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Sumbawa Besar.

Menurut Kepala BPBD NTB, Ir. H. Muhammad Rum, Rabu (1/2), banjir disebabkan luapan sungai setelah intensitas hujan cukup tinggi. Diperparah pendangkalan sungai. Muaranya karena memang terjadi penggundulan hutan.

Berikut uraiannya berdasarkan press release BPBD NTB, Rabu siang tadi.

Banjir Lombok Barat Sementara laporan BPBD NTB, banjir juga terjadi di Kecamatan Sekotong. Penyebabnya, meluapnya Sungai Cengok di Kecamatan Sekotong akibat intensitas hujan yang cukup tinggi disertai dengan pasangnya air laut sejak pukul 19.30 Wita, sejak Selasa (31/1) lalu.

Banjir ini mengakibatkan Desa Sekotong Tengah dan Desa Cendimanik terendam banjir setinggi 70 cm. Warga saat ini masih mengungsi di mushola-mushola.

“Belum ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dampak banjir terberat dirasakan warga yang berada di 2 dusun yang ada di Desa Cendimanik, yang terdiri dari 300 kepala keluarga dengan 920 jiwa. Sementara itu warga yang terkena dampak banjir di Desa Sekotong Tengah masih dalam pendataan,” sebut Muhammad Rum.

Banjir di Lombok Tengah Turunnya hujan lebat selama 12 jam sejak selasa (31/1) lalu, menyebabkan banjir dan menggenangi rumah penduduk di dua Desa di Kabupaten Lombok Tengah. Diantaranya, Desa Kuta dan Desa Sengkol Kecamatan Pujut.

Di Desa Kuta terdampak banjir sebanyak 4 dusun, yaitu 500 KK di Dusun Kuta I, 40 KK di Dusun Rangkep I, 35 KK di Dusun Ujung Daye, 117 KK di Dusun Ujung Lauq. Untuk Desa Sengkol hanya 2 Dusun yang terdampak banjir yaitu Dusun Kadus Bangah 25 KK dan Dusun Gerupuk Daye 40 KK.

Masih di Lombok Tengah, Rabu (1/2) siang tadi, terjadi banjir Rob di Dusun Pasung Desa Bukit Parak Kecamatan Pujut, dengan terdampak banjir sebanyak 120 KK. Sedangkan Di Dusun Peras Desa Kidang Kecamatan Praya Timur terdampak banjir sebanyak 80 KK.

“BPBD NTB telah mengirimkan sejumlah bantuan logistik berupa lauk pauk sebanyak 20 paket, tambahan gizi 12 paket, selimut 20 lembar dan kidsware 6 paket dan 50 dus air mineral ke Desa Kuta Kecamatan Pujut,” papar Muhammad Rum.

Banjir di KSB Penyebab banjir di KSB juga sama. Intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Selasa (31/1), mengakibatkan enam Kelurahan dan dua desa di Kecamatan Taliwang dan satu desa di Kecamatan Brang Rea terendam banjir setinggi 35 sampai 100 cm.

“Hingga Rabu pagi ini hujan masih turun namun dengan intensitas rendah,” ungkap Rum terkait pantauannya.

Wilayah terdampak banjir yang terjadi pada pukul 02.10 Wita tersebut di Kecamatan Taliwang, diantaranya Kelurahan Bugis 1.328 KK atau 4.838 jiwa, Kelurahan Arab Kenangan 798 KK atau 4.838 jiwa, Kelurahan Kuang 1.854 KK atau 6.416 jiwa, Kelurahan Menala 1.882 KK atau 6.554 jiwa, Kelurahan Sampir 1.252 kk atau 4.266 jiwa, Kelurahan Dalam 1.216 KK atau 4477 jiwa, Desa Sermong 328 KK atau 1.078 jiwa, dan Desa Temekan 335 KK atau 1.107 jiwa. Di Kecamatan Brang Rea yaitu di Desa Sapugara sebanyak 965 KK atau 3344 jiwa.

“Bahkan jalan di Desa Sapugara ini masih belum dapat dilalui karena ketinggian air mencapi 100 cm,” sebutnya.

Sementara itu, pantauan Tim BPBD, TNI, Polda NTB dan masyarakat menyebutkan, tidak ada korban jiwa dan pengungsian warga, serta ketinggian air masih bervariasi di sejumlah wilayah berkisar antara 35 sampai 100 cm.

Banjir di Kabupaten Sumbawa Sedangkan banjir di Kabupupaten Sumbawa, intensitas hujan cukup tinggi sejak Senin (29/1) lalu, mengakibatkan Sungai Pamulung meluap dan merendam tiga Kecamatan.

Banjir yang terjadi sejak pukul 15.30 Wita tersebut merendam rumah warga di Kecamatan Unter Iwes dan Kecamatan Labuhan Badas dengan ketinggian air berkisar antara 50 sampai 100 cm.

“Total sebanyak 929 KK atau 3.276 jiwa mengalami dampak banjir,” sebut Rum lagi.

Di Kecamatan Sumbawa, sebanyak tujuh kepala keluarga rumahnya terendam banjir setinggi sekitar 50 cm. Sementara di Kecamatan Unter Iwes sebanyak 201 KK terdampak, tersebar di Desa Nijang dan Desa Kerato, terendam banjir setinggi 50 sampai 100 cm.

Banjir setinggi sekitar 70 sampai 120 cm juga merendam dua desa di Kecamatan Labuhan Badas, yaitu Desa Karang Dima dan Desa Labuhan Sumbawa. Di Desa Karang Dima sebanyak tiga Dusun terkena dampak banjir yaitu Dusun Sumer Payung sebanyak 305 KK atau 1100 jiwa, Dusun Tanjung Pengamas sebanyak 194 KK atau 597 Jiwa dan Dusun Buin Pandan sebanyak 83 KK atau 383 Jiwa.

Sementara sebanyak 22 kk atau 84 jiwa di Dusun Olat Rarang Kampung Muhajirin dan 81 KK atau 242 jiwa di Dusun Pasir Desa Labuhan Sumbawa juga terkena dampak banjir.

“Selain merendam dan merusakkan rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Diantaranya jembatan penghubung sepanjang 15 Meter, jembatan antar desa di Dusun Kayangan, talut saluran irigasi, talut tebing kali, dan tanggul pelindung banjir,” pungkas Muhammad Rum. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat