Belajar dari Tragedi Malimbu, Pemprov NTB Bakal Petakan Jalur Wisata Rawan Kecelakaan

Bus Pariwisata yang terguling di Malimbu

 

kicknews.today Mataram – Insiden terbaliknya Bus Pariwisata di Malimbu Kabupaten Lombok Utara, menewaskan dua orang dan korban luka, membuat Pemerintah Pemprovinsi NTB bersikap. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H Rosiadi Sayuti memanggil beberapa instansi terkait.

“Pemanggilan itu untuk bahas tuntas termasuk penertiban angkutan wisata berplat luar daerah,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, H Yusron Hadi, usai pertemuan, Senin (30/01).

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”3778″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Instansi yang hadir berkaitan perhubungan dan pariwisata. Diantaranya DPM-PTSP, Dispar, Dishub, Ditlantas Polda, ASITA, BPPD, Organda, Forum Lalulintas NTB.

Yusron memaparkan, belajar dari kasus kecelakaan yang menewaskan dua pegawai Dispenda Cirebon Jawa Barat itu, akan dilakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan, baik kewasan pariwisata mapun jalur lainnya. Dari data ini, akan jadi bahan menginformasikan pengguna jalan agar berhati-hati dibeberapa titik yang dinyatakan rawan kecelakaan.

Itu akan dibarengi perbaikan sarana pendukung, seperti penambahan rambu-rambu, pelebar jalan dan fasilitas lainnya khusus daerah rawan kecelakaan.

“Kawasan yang ditetapkan rawan yakni, Pusuk, Sembalun, Malimbu, Jembatan Kembar Lembar Lombok Barat, Depan kantor Kesbangpoldagri Mataram dan daerah lainnya,” paparnya.

Dia menambahkan, pembahasan juga melebar pada upaya penertiban kendaraan berplat luar. Alasannya, karena diketahui, Microbus yang kecelakaan di Malimbu tersebut nomor Polisi “L”.

Selain itu, mencuat juga sorotan keberadaan travel liar terutama yang beroperasi di Bandara Internasional Lombok (BIL). Sebab travel disana diduga kerap membuat wisatawan tidak nyaman. Kendaraan hotel dipakai travel juga bakal jadi sasaran penertiban.

Saat ini lanjutnya, Dinas Perhubungan bersama instansi lainya, masih mendata Bus pariwisata, angkutan umum dari luar yang beroperasi di NTB, begitu halnya angkutan umum yang menuju ke kawasan KIR kendaraan mati, pajak, kondisi kendaraan layak pakai. Data sementara, sebanyak 3.784 unit kendaraan luar, yang berplat hitam sebanyak 3.648 unit, kuning 83 unit, plat merah 33 unit beroperasi dan akan di tertibkan.

“Ada juga kita temukan, bus pariwisata gunakan sopir tembak. Langkah kita, upaya sosisasi dinas,” katanya.

Ditegaskan, terhadap kendaraan berplat luar, diberikan waktu selama 3 bulan untuk segera mutasi. Untuk bus luar, akan disanksi tahan kendaraan, Dinas juga akan efektifkan operasi gabungan, akan uji kendaraan umum dan pribadi demi keselamatan,” paparnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat